Health Talk Bogor Bahas Keterkaitan GERD dan Kecemasan, Hadirkan Protokol 5R
Sabtu, 25 April 2026 - 13:28 WIB
loading...
A
A
A
Dera sempat terjebak dalam pola pikir konvensional dengan menyajikan makanan ‘anyep’ atau hambar demi kesehatan lambung sang suami. Namun secara saintifik, makanan sehat yang tidak enak justru menjadi bumerang—memicu stres tambahan, menurunkan nafsu makan, dan memperparah kondisi psikis pasien.
Kondisi inilah disebutnya yang melatarbelakangi lahirnya Nutriged, sebuah sereal multigrain yang dirancang sebagai comfort food. "Kami ingin menciptakan solusi di mana pengidap asam lambung tetap bisa makan enak dan nyaman tanpa rasa khawatir," kata Dera.
Secara medis, dokter gizi Ratri Saumi menjelaskan bahwa masalah utama GERD adalah melonggarnya katup esofagus, bukan karena asam lambung yang harus dimusuhi. “Asam lambung itu penting untuk mencerna protein. Masalahnya adalah ketika ia 'muncrat' ke tempat yang salah," katanya.
Ketika lambung teriritasi, ia mengirim sinyal bahaya ke otak melalui mekanisme Gut-Brain Axis. Psikolog Klinis Mutia Qoriana, M.Psi., menjelaskan bahwa sinyal ini memicu hormon kortisol (stres), yang kemudian memerintahkan lambung memproduksi lebih banyak asam.
Hasilnya? Muncul ketakutan akan kematian (Thanatophobia) yang dipicu oleh sensasi sesak di dada. Untuk memutus rantai ini, dr. Ratri memperkenalkan Protokol 5R (Remove, Replace, Reinoculate, Repair, Rebalance) sebagai strategi restorasi lambung yang komprehensif, bukan sekadar menekan asam dengan obat-obatan kimia secara terus-menerus.
Kondisi inilah disebutnya yang melatarbelakangi lahirnya Nutriged, sebuah sereal multigrain yang dirancang sebagai comfort food. "Kami ingin menciptakan solusi di mana pengidap asam lambung tetap bisa makan enak dan nyaman tanpa rasa khawatir," kata Dera.
Secara medis, dokter gizi Ratri Saumi menjelaskan bahwa masalah utama GERD adalah melonggarnya katup esofagus, bukan karena asam lambung yang harus dimusuhi. “Asam lambung itu penting untuk mencerna protein. Masalahnya adalah ketika ia 'muncrat' ke tempat yang salah," katanya.
Ketika lambung teriritasi, ia mengirim sinyal bahaya ke otak melalui mekanisme Gut-Brain Axis. Psikolog Klinis Mutia Qoriana, M.Psi., menjelaskan bahwa sinyal ini memicu hormon kortisol (stres), yang kemudian memerintahkan lambung memproduksi lebih banyak asam.
Hasilnya? Muncul ketakutan akan kematian (Thanatophobia) yang dipicu oleh sensasi sesak di dada. Untuk memutus rantai ini, dr. Ratri memperkenalkan Protokol 5R (Remove, Replace, Reinoculate, Repair, Rebalance) sebagai strategi restorasi lambung yang komprehensif, bukan sekadar menekan asam dengan obat-obatan kimia secara terus-menerus.
Lihat Juga :