MKM Diminta Maksimalkan Platform Digital di Tengah Pandemi Corona
Minggu, 12 April 2020 - 21:40 WIB
loading...
A
A
A
Peraturan OJK (POJK) Republik Indonesia Nomor 11/Pojk.03/2020 itu menyatakan bahwa bank akan menerapkan kebijakan yang mendukung stimulus pertumbuhan ekonomi untuk debitur yang terkena dampak penyebaran Covid-19, termasuk UMKM. “Negara hadir untuk membantu masyarakat supaya perekonomian tetap berjalan.
Pemberian kelonggaran pembayaran kredit bagi pelaku usaha ini sudah baik. Tetapi perlu diperhatikan juga bahwa kebijakan ini sebaiknya bukan hanya diterapkan bagi mereka yang terdampak langsung Covid-19 saat ini. Tetapi juga bisa diberlakukan untuk semua usaha yang terdampak untuk beberapa waktu ke depan,” urainya.
Perputaran uang harus terus berjalan untuk menjaga kestabilan ekonomi negara. UMKM sebagai penggerak ekonomi di akar rumput tentu memiliki peran besar. Berbagai strategi usaha layak untuk dicoba. Melihat kondisi ekonomi global yang belum stabil tentu pelaku usaha yang memerlukan bahan-bahan dari luar negri mengalami kesulitan. Oleh sebab itu mengembangkan produk dalam negeri, menjadi salah satu agenda yang kini wajib untuk gencar dilakukan.Pelaku usaha harus memahami betul apa yang kini sedang diinginkan masyarakat serta mencari alternatif bahan baku dari dalam negeri.
Kondisi ini berpotensi untuk memperbaiki perekonomian Indonesia dalam jangka panjang. Jumlah penduduk Indonesia yang menyentuh lebih dari 200 juta jiwa ini menjadi pasar yang menjanjikan. Tentunya upaya tersebut akan maksimal jika minat masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri tinggi.
“Cintai produk dalam negeri, rasa nasionalisme bisa diwujudkan dengan membeli dan menggunakan produk dalam negeri. Meskipun mungkin belum seluruhnya memiliki kualitas yang baik, tetapi apabila kebiasaan ini bisa dijaga tentu akan menjadi cambuk untuk terus memperbaiki produk. Serta memiliki peran berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi negara,” pungkasnya.
Pemberian kelonggaran pembayaran kredit bagi pelaku usaha ini sudah baik. Tetapi perlu diperhatikan juga bahwa kebijakan ini sebaiknya bukan hanya diterapkan bagi mereka yang terdampak langsung Covid-19 saat ini. Tetapi juga bisa diberlakukan untuk semua usaha yang terdampak untuk beberapa waktu ke depan,” urainya.
Perputaran uang harus terus berjalan untuk menjaga kestabilan ekonomi negara. UMKM sebagai penggerak ekonomi di akar rumput tentu memiliki peran besar. Berbagai strategi usaha layak untuk dicoba. Melihat kondisi ekonomi global yang belum stabil tentu pelaku usaha yang memerlukan bahan-bahan dari luar negri mengalami kesulitan. Oleh sebab itu mengembangkan produk dalam negeri, menjadi salah satu agenda yang kini wajib untuk gencar dilakukan.Pelaku usaha harus memahami betul apa yang kini sedang diinginkan masyarakat serta mencari alternatif bahan baku dari dalam negeri.
Kondisi ini berpotensi untuk memperbaiki perekonomian Indonesia dalam jangka panjang. Jumlah penduduk Indonesia yang menyentuh lebih dari 200 juta jiwa ini menjadi pasar yang menjanjikan. Tentunya upaya tersebut akan maksimal jika minat masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri tinggi.
“Cintai produk dalam negeri, rasa nasionalisme bisa diwujudkan dengan membeli dan menggunakan produk dalam negeri. Meskipun mungkin belum seluruhnya memiliki kualitas yang baik, tetapi apabila kebiasaan ini bisa dijaga tentu akan menjadi cambuk untuk terus memperbaiki produk. Serta memiliki peran berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi negara,” pungkasnya.
(nun)
Lihat Juga :