Pengamat: Kemasan Guna Ulang Bisa Jadi Alternatif Solusi Kenaikan Harga Plastik
Senin, 13 April 2026 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
"Umumnya alasan mereka memakai galon guna ulang karena aman, praktis, tidak menimbulkan sampah tambahan dan tidak pernah ada keluhan selama bertahun-tahun menggunakan," kata Aan.
Harga plastik di Indonesia melonjak drastis hingga 50-100% per April 2026. Kenaikan tersebut berdampak biaya produksi barang yang berujung pada harga bagi konsumen. Beberapa pedagang sudah berupaya mengalihkan kemasan pangan mereka ke yang lebih ramah lingkungan.
Pemerintah Provinsi DIY misalnya yang melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk beralih ke kemasan ramah lingkungan. Langkah ini mencakup skema pembelian kolektif langsung ke produsen lokal untuk memotong rantai distribusi serta pemanfaatan serat alam lokal seperti mendong, pandan, dan kelapa.
"Kami mendorong penggunaan kemasan berbasis kearifan lokal seperti serat alam seperti mendong, pandan, kelapa yang melimpah di DIY sebagai pengganti plastik pelapis atau wadah," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yuna Pancawati.
Harga plastik di Indonesia melonjak drastis hingga 50-100% per April 2026. Kenaikan tersebut berdampak biaya produksi barang yang berujung pada harga bagi konsumen. Beberapa pedagang sudah berupaya mengalihkan kemasan pangan mereka ke yang lebih ramah lingkungan.
Pemerintah Provinsi DIY misalnya yang melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk beralih ke kemasan ramah lingkungan. Langkah ini mencakup skema pembelian kolektif langsung ke produsen lokal untuk memotong rantai distribusi serta pemanfaatan serat alam lokal seperti mendong, pandan, dan kelapa.
"Kami mendorong penggunaan kemasan berbasis kearifan lokal seperti serat alam seperti mendong, pandan, kelapa yang melimpah di DIY sebagai pengganti plastik pelapis atau wadah," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yuna Pancawati.
(cip)
Lihat Juga :