Pengamat: Kemasan Guna Ulang Bisa Jadi Alternatif Solusi Kenaikan Harga Plastik

Senin, 13 April 2026 - 19:20 WIB
loading...
Pengamat: Kemasan Guna...
Galon guna ulang atau kemasan isi ulang bisa menjadi alternatif di tengah kenaikan harga plastik. Foto/SindoNews
A A A
YOGYAKARTA - Harga bahan baku plastik di pasar global dan domestik mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir, dipicu oleh tekanan harga minyak, gangguan rantai pasok, serta ketidakpastian geopolitik. Kondisi ini berdampak pada industri manufaktur dan kemasan dan industri lain yang tergantung pada plastik.

Produsen makanan dan minuman juga pelaku usaha UMKM mulai merasakan dampak kenaikan harga kemasan plastik yang sangat signifikan. Di sisi lain pemerintah pusat dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia tengah menghadapi persoalan pengelolaan sampah yang volumenya terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan konsumsi.

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat timbunan sampah plastik mengalami kenaikan yang konsisten. Catatan SIPSN mendapati pada 2019 terdapat 9–10 juta ton sampah plastik. Jumlah ini terus menaik di tahun-tahun berikutnya 10,8 juta ton pada 2020, 11,6 juta ton pada 2022, 12 juta ton pada 2023, dan diperkirakan 12,4 juta ton pada 2025. Artinya, timbunan sampah plastik meningkat sekitar 20–30% dalam lima tahun.

Baca juga: Harga Plastik Melonjak, Legislator Minta Pemerintah Lindungi UMKM

Pertumbuhan sampah plastik juga lebih cepat dari sistem pengelolaannya. Secara keseluruhan, data SIPSN juga menyebutkan bahwa pengelolaan sampah baru mencapai 25% dari 524 TPA tercatat. Sementara 75% lainnya belum terkelola.

Di tengah kompleksitas situasi saat ini, kemasan guna ulang seperti galon guna ulang atau kemasan isi ulang untuk produk kebutuhan rumah tangga bisa menjadi alternatif untuk dipilih karena harganya cenderung tetap atau tidak naik. Penggunaan galon isi ulang dinilai lebih hemat dan tidak menimbulkan sampah plastik karena lebih ramah lingkungan dibanding galon sekali pakai.

Lihat video: Harga Minyak Melonjak, Harga Plastik Ikut Meroket! 13%


"Sejumlah pengamatan menunjukkan bahwa konsumen tetap memilih galon guna ulang dalam aktivitas sehari-hari untuk kebutuhan rumah tangga dan tempat kerja," kata Praktisi Komunikasi dan Dosen Periklanan Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Andre Donas, Senin (13/4/2026).

Andre mengatakan, konsumen saat ini tidak hanya ingin air minum yang aman dan higienis tetapi juga memberikan dampak bagi lingkungan. Dia melanjutkan, pemakaian galon guna ulang dinilai menjadi solusi bagi kondisi yang terjadi saat ini.

Peningkatan preferensi pemakaian galon guna ulang juga sejalan dengan survei Pusat Riset Konsumen Ganesha (PRKG). Peneliti Senior Lembaga PRKG, Aan Rusdianto mengungkapkan bahwa kepercayaan masyarakat untuk memakai galon guna ulang berbahan polikarbonat semakin meningkat karena dianggap lebih ramah lingkungan

Aan menuturkan hasil survey kepada organisasi media, perusahaan dan institusi Pemerintah memperlihatkan tingkat pemakaian galon guna ulang di Jakarta, Bekasi, Depok dan Tangerang mencapai 89,36 persen. Sementara hanya 5,32 persen yang masih menggunakan galon sekali pakai sebagai wadah air mereka.

"Umumnya alasan mereka memakai galon guna ulang karena aman, praktis, tidak menimbulkan sampah tambahan dan tidak pernah ada keluhan selama bertahun-tahun menggunakan," kata Aan.

Harga plastik di Indonesia melonjak drastis hingga 50-100% per April 2026. Kenaikan tersebut berdampak biaya produksi barang yang berujung pada harga bagi konsumen. Beberapa pedagang sudah berupaya mengalihkan kemasan pangan mereka ke yang lebih ramah lingkungan.

Pemerintah Provinsi DIY misalnya yang melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk beralih ke kemasan ramah lingkungan. Langkah ini mencakup skema pembelian kolektif langsung ke produsen lokal untuk memotong rantai distribusi serta pemanfaatan serat alam lokal seperti mendong, pandan, dan kelapa.

"Kami mendorong penggunaan kemasan berbasis kearifan lokal seperti serat alam seperti mendong, pandan, kelapa yang melimpah di DIY sebagai pengganti plastik pelapis atau wadah," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yuna Pancawati.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
Atasi Persoalan Sampah,...
Atasi Persoalan Sampah, Pembangunan PSEL di Makassar Harus Segera Terealisasi
Komitmen Pengelolaan...
Komitmen Pengelolaan Lingkungan, PGN Kelola Sampah Plastik
Gerakan Pilah Sampah,...
Gerakan Pilah Sampah, Program PHINLA Edukasi 10.000 Warga di Momentum Hari Bumi
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Rekomendasi
Pihak Ruben Onsu Pertanyakan...
Pihak Ruben Onsu Pertanyakan Klaim Rumah Sarwendah: Mengapa Cicilan Masih Dibayar Ruben?
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Beasiswa GrabScholar...
Beasiswa GrabScholar 2026 untuk SD, SMP, SMA hingga S1 Dibuka, Cek Syarat Dokumen
Berita Terkini
Gelar Upacara HUT ke-499...
Gelar Upacara HUT ke-499 di Monas, Pemprov DKI Jakarta Tampilkan Tarian dan Defile OPD
Meriahkan HUT ke-499...
Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, 2.000 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis
50 Tokoh Jamin Roy Suryo...
50 Tokoh Jamin Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Kabur, Penangguhan Penahanan Diajukan
Kuasa Hukum Roy Suryo...
Kuasa Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa Pertanyakan Penahanan: Razman Saja Tak Ditahan
Roy Suryo Kenakan Batik...
Roy Suryo Kenakan Batik Motif Garuda dan Kepalkan Tangan saat Tiba di Rutan Polda Metro
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke Kejari Jakarta Selatan, TNI-Polri Siaga di Lokasi
Infografis
Energi Nuklir Jadi Solusi...
Energi Nuklir Jadi Solusi Data Center yang Rakus Energi!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved