Bea Cukai dan Karantina Lepas Ekspor Total 28.000 Ton Komoditi Pertanian
Senin, 04 Mei 2020 - 19:31 WIB
loading...
Bea Cukai Makassar bersama Balai Besar Karantina Pertanian Makassar yang menyelenggarakan acara pelepasan ekspor komoditas pertanian di Pelabuhan Soekarno Hatta, Jumat (1/5/2020).
A
A
A
MAKASSAR - Bea Cukai bersinergi dengan Karantina Pertanian terus berupaya mendorong IKM di sektor pangan dan meningkatkan ekspor di bidang pertanian. Salah satu upaya dilakukan Bea Cukai Makassar bersama Balai Besar Karantina Pertanian Makassar yang menyelenggarakan acara pelepasan ekspor komoditas pertanian di Pelabuhan Soekarno Hatta, Jumat (1/5/2020).
Kepala Kantor Bea Cukai Makassar Eva Arifah Aliyah yang turut langsung hadir menyampaikan, gelaran acara ini dilakukan secara serentak di sembilan pintu ekspor utama yakni Semarang, Jakarta, Belawan, Lampung, Makassar, Denpasar, Balikpapan, Tanjung Priok dan Surabaya.
Acara ini diselenggarakan secara video conference dan disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Terdapat 43 negara tujuan ekspor, diantaranya Italia, China, dan Uni emirate Arab. Jumlah total komoditi keseluruhan mencapai 166 jenis dengan berat 28.000 ton serta nilai ekonomi mencapai Rp753,6 miliar.
“Rincian keseluruhan diantaranya kopi sebanyak 108 ribu kilogram, pisang, nanas sebanyak 560 ribu kilogram, dan cabai jamu sebanyak 14 ribu kilogram,” ungkap Eva.
Sementara 3 komoditas non pertanian dan disertifikasi karantina pertanian yang juga turut dilepas adalah kayu olahan, getah pinus dan kemenyan.
Kepala Kantor Bea Cukai Makassar Eva Arifah Aliyah yang turut langsung hadir menyampaikan, gelaran acara ini dilakukan secara serentak di sembilan pintu ekspor utama yakni Semarang, Jakarta, Belawan, Lampung, Makassar, Denpasar, Balikpapan, Tanjung Priok dan Surabaya.
Acara ini diselenggarakan secara video conference dan disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Terdapat 43 negara tujuan ekspor, diantaranya Italia, China, dan Uni emirate Arab. Jumlah total komoditi keseluruhan mencapai 166 jenis dengan berat 28.000 ton serta nilai ekonomi mencapai Rp753,6 miliar.
“Rincian keseluruhan diantaranya kopi sebanyak 108 ribu kilogram, pisang, nanas sebanyak 560 ribu kilogram, dan cabai jamu sebanyak 14 ribu kilogram,” ungkap Eva.
Sementara 3 komoditas non pertanian dan disertifikasi karantina pertanian yang juga turut dilepas adalah kayu olahan, getah pinus dan kemenyan.
Lihat Juga :