Bea Cukai Bahas Pengaktifan Pelabuhan Malahayati untuk Layani Ekspor Impor
Jum'at, 12 Juni 2020 - 19:37 WIB
loading...
promotor penggerak kemajuan perekonomian Aceh
A
A
A
BANDA ACEH - Tiga promotor penggerak kemajuan perekonomian Aceh, yaitu Anggota Komisi VI DPR Rafly Kande, General Manager Pelindo I Malahayati Sam Arifin W, dan Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh Safuadi, tampil dalam rapat koordinasi dalam upaya peningkatan ekspor impor Aceh melalui Pelabuhan Malahayati pada Senin, (8/6/2020) ini di Aula Cut Nyak Dien, Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh.
Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh Safuadi menyampaikan bahwa untuk mengembangkan perekonomian Aceh adalah dengan jalan menyinergikan langkah antar pengusaha, pemerintah, dan perbankan.
Cara yang bisa dilakukan adalah salah satunya dengan menggunakan Sukuk Wakaf, dengan berkoordinasi dengan perbankan dan Direktorat Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko (DJPPR), untuk mengumpulkan sumber pendanaan bagi keperluan biaya layanan pemuatan barang atau transportasi barang yang akan diekspor.
“Selain itu, pihak Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Malahayati sebagai pihak penyelenggara transportasi via laut diharapkan dapat memberikan effort yang maksimal dalam hal schedule update bersandar dan berangkatnya kapal yang mengangkut container berisi barang ekspor dan impor. Hal ini dinilai dapat menjadi pemicu kecepatan arus transportasi barang di Aceh sehingga perekonomian Aceh dapat berkembang dengan baik,” ungkap Safuadi.
Rafly Kande mengungkapkan bahwa Aceh membutuhkan sinergi yang telah dijelaskan oleh Safuadi. Rafly menyetujui penjelasan yang dipaparkan oleh Safuadi. Aceh juga bisa memanfaatkan sisa dana bantuan yang tiap tahun dikembalikan ke Kas Negara.
Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh Safuadi menyampaikan bahwa untuk mengembangkan perekonomian Aceh adalah dengan jalan menyinergikan langkah antar pengusaha, pemerintah, dan perbankan.
Cara yang bisa dilakukan adalah salah satunya dengan menggunakan Sukuk Wakaf, dengan berkoordinasi dengan perbankan dan Direktorat Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko (DJPPR), untuk mengumpulkan sumber pendanaan bagi keperluan biaya layanan pemuatan barang atau transportasi barang yang akan diekspor.
“Selain itu, pihak Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Malahayati sebagai pihak penyelenggara transportasi via laut diharapkan dapat memberikan effort yang maksimal dalam hal schedule update bersandar dan berangkatnya kapal yang mengangkut container berisi barang ekspor dan impor. Hal ini dinilai dapat menjadi pemicu kecepatan arus transportasi barang di Aceh sehingga perekonomian Aceh dapat berkembang dengan baik,” ungkap Safuadi.
Rafly Kande mengungkapkan bahwa Aceh membutuhkan sinergi yang telah dijelaskan oleh Safuadi. Rafly menyetujui penjelasan yang dipaparkan oleh Safuadi. Aceh juga bisa memanfaatkan sisa dana bantuan yang tiap tahun dikembalikan ke Kas Negara.
Lihat Juga :