Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pengembangan Desa Wisata Pentingsari Sleman
Senin, 23 Maret 2026 - 14:28 WIB
loading...
A
A
A
Dinas pariwisata kabupaten Sleman dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Erny Maryatun menyampaikan Kabupaten Sleman saat ini memiliki 81 desa wisata, dan Desa Wisata Pentingsari telah mencapai status desa wisata mandiri dengan jumlah kunjungan wisatawan yang terus meningkat.
“Pada 2025, Desa Wisata Pentingsari mencatat sekitar 32 ribu kunjungan wisatawan. Hal ini menunjukkan bahwa desa wisata mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Dinas koperasi dan UMKM kabupaten Sleman yang diwakili Kepala Tim Fasilitas dan Layanan, Werdiningsih, menjelaskan pemerintah daerah memiliki sistem pendataan khusus yang mencatat lebih dari 100 ribu pelaku UMKM di wilayah Sleman.
“Kami juga memiliki klinik UMKM yang siap mendampingi para pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya, baik yang berada di wilayah Minggir maupun di kantor dinas Kabupaten Sleman,” jelasnya.
Ketua Desa Wisata Pentingsari, Ciptaningtias, menekankan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam mewujudkan desa wisata mandiri.
“Pelatihan seperti pembuatan sandal dan taplak meja dari turunan sawit sangat bermanfaat karena dapat dikembangkan menjadi produk yang digunakan di homestay maupun dijual sebagai suvenir bagi wisatawan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Haisawit Indonesia dan BPDP juga membawa dua pesan utama bagi pelaku UMKM di Yogyakarta, yakni pentingnya pemberdayaan UMKM dan koperasi petani komoditas perkebunan melalui kemitraan rantai pasok, serta penguatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat kelapa sawit.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan UMKM desa wisata sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Pada 2025, Desa Wisata Pentingsari mencatat sekitar 32 ribu kunjungan wisatawan. Hal ini menunjukkan bahwa desa wisata mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Dinas koperasi dan UMKM kabupaten Sleman yang diwakili Kepala Tim Fasilitas dan Layanan, Werdiningsih, menjelaskan pemerintah daerah memiliki sistem pendataan khusus yang mencatat lebih dari 100 ribu pelaku UMKM di wilayah Sleman.
“Kami juga memiliki klinik UMKM yang siap mendampingi para pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya, baik yang berada di wilayah Minggir maupun di kantor dinas Kabupaten Sleman,” jelasnya.
Ketua Desa Wisata Pentingsari, Ciptaningtias, menekankan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam mewujudkan desa wisata mandiri.
“Pelatihan seperti pembuatan sandal dan taplak meja dari turunan sawit sangat bermanfaat karena dapat dikembangkan menjadi produk yang digunakan di homestay maupun dijual sebagai suvenir bagi wisatawan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Haisawit Indonesia dan BPDP juga membawa dua pesan utama bagi pelaku UMKM di Yogyakarta, yakni pentingnya pemberdayaan UMKM dan koperasi petani komoditas perkebunan melalui kemitraan rantai pasok, serta penguatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat kelapa sawit.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan UMKM desa wisata sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal.
(cip)
Lihat Juga :