Tak Ingin Warga Lebaran di Pengungsian, Tito Percepat Penyediaan Hunian bagi Korban Bencana
Kamis, 12 Maret 2026 - 20:35 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Tito, saat ini hanya tersisa satu titik pengungsian yang masih menjadi perhatian utama pemerintah, yakni di wilayah Langkahan, Aceh Utara. “Saya minta dalam waktu sekitar 10 hari hunian sementaranya sudah jadi,” tuturnya.
Ia menambahkan pemerintah terus memantau proses pemulihan di berbagai sektor, mulai dari layanan pemerintahan, fasilitas kesehatan, akses jalan, hingga pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah indikator layanan dasar juga dilaporkan mulai kembali normal, seperti ketersediaan listrik, jaringan komunikasi, distribusi bahan bakar, hingga aktivitas pasar di wilayah terdampak.
“Kami melihat banyak indikator sudah mendekati normal, termasuk fasilitas kesehatan yang relatif cepat pulih,” kata Tito.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR Zulfikar Arse Sadikin mengapresiasi kinerja Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera yang dinilai terus menunjukkan kemajuan dalam menangani berbagai persoalan di wilayah terdampak bencana.
Menurutnya, langkah-langkah yang dilakukan Satgas PRR secara bertahap mulai mampu menjawab berbagai persoalan di lapangan, mulai dari penanganan pengungsi hingga penyediaan hunian yang lebih layak bagi masyarakat terdampak.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari percepatan target pemerintah agar tidak ada lagi warga yang harus bertahan di tenda pengungsian menjelang perayaan Idulfitri.
Meski demikian, Zulfikar mengakui proses penanganan bencana berskala besar tentu tidak dapat memuaskan semua pihak dalam waktu singkat. Namun ia menilai berbagai permasalahan yang muncul di lapangan mulai dapat ditangani secara bertahap seiring kerja Satgas PRR yang terus berjalan.
“Sejauh pencapaian sampai saat ini, kinerja Satgas PRR bisa diapresiasi. Satu per satu permasalahan di lokasi bencana dapat ditangani, meskipun tentu tidak bisa memuaskan semua pihak,” ujar Zulfikar, Kamis (12/3/2026).
Ia menambahkan pemerintah terus memantau proses pemulihan di berbagai sektor, mulai dari layanan pemerintahan, fasilitas kesehatan, akses jalan, hingga pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah indikator layanan dasar juga dilaporkan mulai kembali normal, seperti ketersediaan listrik, jaringan komunikasi, distribusi bahan bakar, hingga aktivitas pasar di wilayah terdampak.
“Kami melihat banyak indikator sudah mendekati normal, termasuk fasilitas kesehatan yang relatif cepat pulih,” kata Tito.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR Zulfikar Arse Sadikin mengapresiasi kinerja Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera yang dinilai terus menunjukkan kemajuan dalam menangani berbagai persoalan di wilayah terdampak bencana.
Menurutnya, langkah-langkah yang dilakukan Satgas PRR secara bertahap mulai mampu menjawab berbagai persoalan di lapangan, mulai dari penanganan pengungsi hingga penyediaan hunian yang lebih layak bagi masyarakat terdampak.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari percepatan target pemerintah agar tidak ada lagi warga yang harus bertahan di tenda pengungsian menjelang perayaan Idulfitri.
Meski demikian, Zulfikar mengakui proses penanganan bencana berskala besar tentu tidak dapat memuaskan semua pihak dalam waktu singkat. Namun ia menilai berbagai permasalahan yang muncul di lapangan mulai dapat ditangani secara bertahap seiring kerja Satgas PRR yang terus berjalan.
“Sejauh pencapaian sampai saat ini, kinerja Satgas PRR bisa diapresiasi. Satu per satu permasalahan di lokasi bencana dapat ditangani, meskipun tentu tidak bisa memuaskan semua pihak,” ujar Zulfikar, Kamis (12/3/2026).
Lihat Juga :