APHI dan Fakultas Pertanian Unila Kolaborasi Pengembangan Multiusaha Kehutanan
Jum'at, 06 Maret 2026 - 17:54 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan pengembangan piloting MUK di lanskap Lampung dapat dilakukan di beberapa lokasi potensial. Antara lain di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) maupun pada wilayah pengembangan Integrated Area Development (IAD) yang telah memiliki basis pengembangan ekonomi kawasan.
Menurut Kuswanta, Lampung juga memiliki potensi besar pada sektor hasil hutan bukan kayu (HHBK). Khususnya komoditas kopi yang sebagian besar produksinya berasal dari kawasan hutan. Baca juga: Penertiban Kawasan Hutan Dinilai Perlu Jaga Kepastian Hukum HGU
“Kami mencatat sekitar 60% produksi HHBK Lampung berupa kopi berasal dari kawasan hutan, dan potensinya masih sangat besar untuk terus dikembangkan melalui pendekatan pengelolaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kuswanta menambahkan Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Unila memiliki sejumlah bidang kajian yang relevan untuk mendukung pengembangan MUK, antara lain Social Forestry serta Science and Technology Forestry. Kedua bidang kajian tersebut dinilai dapat berkontribusi dalam penguatan tata kelola usaha kehutanan berbasis masyarakat sekaligus mendukung pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam pengelolaan hutan.
Menurut Kuswanta, Lampung juga memiliki potensi besar pada sektor hasil hutan bukan kayu (HHBK). Khususnya komoditas kopi yang sebagian besar produksinya berasal dari kawasan hutan. Baca juga: Penertiban Kawasan Hutan Dinilai Perlu Jaga Kepastian Hukum HGU
“Kami mencatat sekitar 60% produksi HHBK Lampung berupa kopi berasal dari kawasan hutan, dan potensinya masih sangat besar untuk terus dikembangkan melalui pendekatan pengelolaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kuswanta menambahkan Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Unila memiliki sejumlah bidang kajian yang relevan untuk mendukung pengembangan MUK, antara lain Social Forestry serta Science and Technology Forestry. Kedua bidang kajian tersebut dinilai dapat berkontribusi dalam penguatan tata kelola usaha kehutanan berbasis masyarakat sekaligus mendukung pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam pengelolaan hutan.
(poe)
Lihat Juga :