APHI dan Fakultas Pertanian Unila Kolaborasi Pengembangan Multiusaha Kehutanan
Jum'at, 06 Maret 2026 - 17:54 WIB
loading...
APHI memperkuat sinergi dengan Unila untuk mendorong percepatan pengembangan Multiusaha Kehutanan (MUK) di Lampung. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BANDAR LAMPUNG - Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) memperkuat sinergi dengan kalangan akademisi untuk mendorong percepatan pengembangan Multiusaha Kehutanan (MUK) di Lampung. Hal ini sebagai upaya meningkatkan nilai tambah kawasan hutan sekaligus memperkuat kontribusi sektor kehutanan terhadap perekonomian nasional.
Kolaborasi lintas pihak dinilai penting agar pengembangan MUK tidak hanya berjalan pada skala proyek, tetapi mampu berkembang menjadi model usaha kehutanan skala industri. Dengan demikian dapat memberikan dampak ekonomi luas bagi masyarakat dan daerah. Baca juga: Pengusaha Dorong Perbaikan Tata Kelola Hutan, Minimalkan Dampak Sosial-Ekonomi
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Ketua Umum APHI Soewarso dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung ( Unila ) Kuswanta Futas Hidayat. Mereka membahas peluang kerja sama pengembangan riset, penyusunan model pengelolaan berbasis kondisi tapak, serta pengembangan demplot atau pilot project MUK di lanskap Lampung yang memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang memadai, Kamis (5/3/2026).
Soewarso menegaskan pengembangan multiusaha kehutanan membutuhkan kolaborasi erat antara dunia usaha, pemerintah, dan kalangan akademisi. Ini agar implementasinya dapat berjalan secara terukur dan memberikan dampak yang luas.
Pengembangan multiusaha kehutanan harus dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi. ”Dengan demikian dapat terwujud model MUK skala industri yang mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah kawasan hutan,” katanya.
Kolaborasi lintas pihak dinilai penting agar pengembangan MUK tidak hanya berjalan pada skala proyek, tetapi mampu berkembang menjadi model usaha kehutanan skala industri. Dengan demikian dapat memberikan dampak ekonomi luas bagi masyarakat dan daerah. Baca juga: Pengusaha Dorong Perbaikan Tata Kelola Hutan, Minimalkan Dampak Sosial-Ekonomi
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Ketua Umum APHI Soewarso dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung ( Unila ) Kuswanta Futas Hidayat. Mereka membahas peluang kerja sama pengembangan riset, penyusunan model pengelolaan berbasis kondisi tapak, serta pengembangan demplot atau pilot project MUK di lanskap Lampung yang memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang memadai, Kamis (5/3/2026).
Soewarso menegaskan pengembangan multiusaha kehutanan membutuhkan kolaborasi erat antara dunia usaha, pemerintah, dan kalangan akademisi. Ini agar implementasinya dapat berjalan secara terukur dan memberikan dampak yang luas.
Pengembangan multiusaha kehutanan harus dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi. ”Dengan demikian dapat terwujud model MUK skala industri yang mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah kawasan hutan,” katanya.
Lihat Juga :