Diabetes Mengancam, Para Perawat Surabaya Bentuk Kader Kesehatan
Rabu, 16 September 2020 - 07:25 WIB
loading...
A
A
A
Mereka diberikan pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang pengelolaan dan manajemen terapi klien diabetes mellitus. Keterampilan itu terdiri dari pencegahan kaki diabetik bagi klien DM, Olah Raga bagi klien DM, pengenalan obat atau Insulin dan pengunaannya bagi klien DM, serta penghitungan kalori dan nutrisi bagi klien DM.
Supriyanto berharap, melalui pelatihan ini nantinya kader kesehatan dapat menyebarluaskan dan memeratakan informasi, serta membantu klien DM untuk melakukan manajemen terapi DM dengan tepat.
"Harapan kami, dari kader nanti bisa diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Bagi yang sudah kena DM, bagaimana pasien mampu menjaga agar gula darahnya tetap dalam keadaan normal," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Perawat Program Penyakit Tidak Menular (PTM) Puskesmas Tambak Rejo Surabaya, Wiwik Handayani, menjelaskan saat ini masyarakat di wilayahnya sudah menyadari bahaya penyakit diabetes. Sehingga masyarakat rutin memeriksakan gula darah dan banyak yang sudah melakukan diet. Meski dimikian, ia mengakui bahwa trend penderita diabetes terus mengalami lonjakan.
"Dalam sebulan ini ada sepuluh sampai lima belas orang pasien baru. Tapi kalau yang lama banyak setiap bulan mereka kontrol ke Puskesmas. Yang lama itu mencapai seratusan," ujarnya.
Peningkatan itu, lanjutnya, dipicu dari gaya hidup kurang sehat seperti mengkonsumsi makanan cepat saji, konsumsi makanan manis dan kurang olah raga. Ditambah lagi saat ini banyak orang WFH yang dimungkinkan banyak mengkonsumsi makanan cepat saji.
Supriyanto berharap, melalui pelatihan ini nantinya kader kesehatan dapat menyebarluaskan dan memeratakan informasi, serta membantu klien DM untuk melakukan manajemen terapi DM dengan tepat.
"Harapan kami, dari kader nanti bisa diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Bagi yang sudah kena DM, bagaimana pasien mampu menjaga agar gula darahnya tetap dalam keadaan normal," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Perawat Program Penyakit Tidak Menular (PTM) Puskesmas Tambak Rejo Surabaya, Wiwik Handayani, menjelaskan saat ini masyarakat di wilayahnya sudah menyadari bahaya penyakit diabetes. Sehingga masyarakat rutin memeriksakan gula darah dan banyak yang sudah melakukan diet. Meski dimikian, ia mengakui bahwa trend penderita diabetes terus mengalami lonjakan.
"Dalam sebulan ini ada sepuluh sampai lima belas orang pasien baru. Tapi kalau yang lama banyak setiap bulan mereka kontrol ke Puskesmas. Yang lama itu mencapai seratusan," ujarnya.
Peningkatan itu, lanjutnya, dipicu dari gaya hidup kurang sehat seperti mengkonsumsi makanan cepat saji, konsumsi makanan manis dan kurang olah raga. Ditambah lagi saat ini banyak orang WFH yang dimungkinkan banyak mengkonsumsi makanan cepat saji.
Lihat Juga :