TNI Bersama Universitas Pertahanan Sebar Sistem Penjernihan Air ke Lokasi Bencana
Jum'at, 19 Desember 2025 - 16:06 WIB
loading...
A
A
A
Sistem penjernihan air dirancang menggunakan tabung filtrasi berbahan Fiber Reinforced Plastic (FRP) dengan lapisan media penyaring seperti manganese ferrolite, manganese zeolit, karbon aktif, dan silika.
Baca juga: Jembatan Bailey Penghubung Medan-Banda Aceh Selesai, Warga Bireuen: Alhamdulillah Sangat Terbantu
Air hasil filtrasi kemudian diproses dengan teknologi reverse osmosis dan penyinaran ultraviolet (UV) untuk memastikan bebas dari garam terlarut, kontaminan mikro, serta bakteri dan virus berbahaya.
Dengan biaya produksi sekitar Rp65–70 juta per unit, teknologi ini dinilai efisien dan efektif untuk kondisi darurat bencana. Ke depan, teknologi ini diharapkan tidak hanya digunakan dalam masa tanggap darurat, tetapi juga dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat setempat.
Dengan demikian, keberadaan satgas dan teknologi penjernihan air ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan air bersih, menekan risiko penyakit akibat air tercemar, serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
(cip)
Lihat Juga :