TNI Bersama Universitas Pertahanan Sebar Sistem Penjernihan Air ke Lokasi Bencana

Jum'at, 19 Desember 2025 - 16:06 WIB
loading...
TNI Bersama Universitas...
TNI bersama Universitas Pertahanan (Unhan) RI akan menyebar sistem penjernihan air di lokasi bencana. Foto/SindoNews
A A A
ACEH - TNI bersama Universitas Pertahanan (Unhan) RI membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengembangan dan Penerapan Teknologi Penjernihan Air. Hal itu untuk mendukung penanganan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Satgas ini dipimpin Kolonel Inf Musthofa, sebagai Koordinator Komando Satgas Air, dengan ketua Diyan Parwatiningtyas, dosen Program Studi Fisika FMIPA Unhan RI. Anggota satgas terdiri dari dosen dan kadet Unhan RI lintas program studi, termasuk Rekayasa Sumber Daya Air, Fisika, dan Teknik Sipil.

Kadet Prodi Fisika FMIPA Sersan Mayor Satu Kadet Fisika Aqeel Kayana Wiendra menjelaskan bahwa teknologi water treatment berbasis reverse osmosis yang dikembangkan mampu menghasilkan hingga 20.000 liter air bersih per hari untuk kebutuhan mandi dan mencuci, serta 4.000–5.000 liter air siap minum. Proses perakitan alat ini membutuhkan waktu sekitar empat hari.

Baca uga: 80 Jalan Nasional Terdampak Banjir Sumatera, Menteri PU: 81% Sudah Fungsional

“Kemudian selanjutnya untuk water treatment reverse osmosis ini akan disebarkan ke titik-titik lokasi bencana yang berada di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” ujar kadet tersebut saat ditemui, Kamis (18/12/2025).


Sistem penjernihan air dirancang menggunakan tabung filtrasi berbahan Fiber Reinforced Plastic (FRP) dengan lapisan media penyaring seperti manganese ferrolite, manganese zeolit, karbon aktif, dan silika.

Baca juga: Jembatan Bailey Penghubung Medan-Banda Aceh Selesai, Warga Bireuen: Alhamdulillah Sangat Terbantu

Air hasil filtrasi kemudian diproses dengan teknologi reverse osmosis dan penyinaran ultraviolet (UV) untuk memastikan bebas dari garam terlarut, kontaminan mikro, serta bakteri dan virus berbahaya.

Dengan biaya produksi sekitar Rp65–70 juta per unit, teknologi ini dinilai efisien dan efektif untuk kondisi darurat bencana. Ke depan, teknologi ini diharapkan tidak hanya digunakan dalam masa tanggap darurat, tetapi juga dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat setempat.

Dengan demikian, keberadaan satgas dan teknologi penjernihan air ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan air bersih, menekan risiko penyakit akibat air tercemar, serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Rekomendasi
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
Putin Tantang AS Kerahkan...
Putin Tantang AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih THAAD ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved