Kisah Asraf dan Adiknya 3 Hari Bertahan di Loteng dari Amukan Banjir Bandang Pidie Jaya
Kamis, 18 Desember 2025 - 07:45 WIB
loading...
A
A
A
Bantuan baru datang pada hari ketiga, ketika warga sekitar berhasil menjangkau rumah mereka dengan peralatan seadanya.
Asraf akhirnya bisa turun dari loteng pada sore hari kedua. Ia dijemput warga saat air di ruang tamu mulai surut, meski bagian belakang rumah masih terendam cukup tinggi. Namun ujian belum berakhir.
Malam kedua menjadi saat paling menegangkan. Di atas loteng, Asraf dan adiknya tak bisa memejamkan mata. Hujan turun, suasana gelap dan dingin. Di tengah kelelahan, sang adik sempat terjatuh dari loteng.
Dengan sisa tenaga, ia berusaha bangkit dan berhasil naik kembali sendiri ke atas. Asraf hanya bisa memeluk adiknya erat, menahan tangis dan ketakutan.
Tiga hari pascabencana, hujan masih turun di Meunasah Lhok. Asraf dan keluarganya selamat, namun trauma akibat banjir bandang masih membekas. Setiap suara hujan kini menjadi pengingat betapa dekatnya mereka dengan maut.
Asraf akhirnya bisa turun dari loteng pada sore hari kedua. Ia dijemput warga saat air di ruang tamu mulai surut, meski bagian belakang rumah masih terendam cukup tinggi. Namun ujian belum berakhir.
Malam kedua menjadi saat paling menegangkan. Di atas loteng, Asraf dan adiknya tak bisa memejamkan mata. Hujan turun, suasana gelap dan dingin. Di tengah kelelahan, sang adik sempat terjatuh dari loteng.
Dengan sisa tenaga, ia berusaha bangkit dan berhasil naik kembali sendiri ke atas. Asraf hanya bisa memeluk adiknya erat, menahan tangis dan ketakutan.
Tiga hari pascabencana, hujan masih turun di Meunasah Lhok. Asraf dan keluarganya selamat, namun trauma akibat banjir bandang masih membekas. Setiap suara hujan kini menjadi pengingat betapa dekatnya mereka dengan maut.
(shf)
Lihat Juga :