Pajak Restoran Berubah Jadi PBJT, Apa Dampaknya bagi Konsumen?
Rabu, 17 Desember 2025 - 18:50 WIB
loading...
A
A
A
- Pelaku usaha dengan peredaran usaha di bawah Rp42 juta per bulan (kecuali kegiatan insidental).
- Toko swalayan yang tidak khusus menjual makanan dan minuman.
- Pabrik makanan dan minuman.
- Penyedia fasilitas lounge bandara yang kegiatan utamanya bukan menjual makanan dan minuman.
PBJT Makanan dan Minuman Bangun Jakarta Lebih Baik
PBJT Makanan dan Minuman maupun Pajak Restoran memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas layanan publik dan pembangunan Jakarta agar lebih baik.
“Setiap rupiah pajak yang dibayarkan masyarakat akan dikembalikan dalam bentuk pembangunan jalan, taman kota, fasilitas umum, dan peningkatan layanan publik,” tutur Morris.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu meminta struk pembayaran resmi yang mencantumkan komponen pajak saat bertransaksi di restoran maupun pemesanan makanan secara daring.
Hal ini dikarenakan, transparansi pajak menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Jakarta. Yuk, dukung Jakarta untuk lebih baik!
- Toko swalayan yang tidak khusus menjual makanan dan minuman.
- Pabrik makanan dan minuman.
- Penyedia fasilitas lounge bandara yang kegiatan utamanya bukan menjual makanan dan minuman.
PBJT Makanan dan Minuman Bangun Jakarta Lebih Baik
PBJT Makanan dan Minuman maupun Pajak Restoran memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas layanan publik dan pembangunan Jakarta agar lebih baik.
“Setiap rupiah pajak yang dibayarkan masyarakat akan dikembalikan dalam bentuk pembangunan jalan, taman kota, fasilitas umum, dan peningkatan layanan publik,” tutur Morris.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu meminta struk pembayaran resmi yang mencantumkan komponen pajak saat bertransaksi di restoran maupun pemesanan makanan secara daring.
Hal ini dikarenakan, transparansi pajak menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Jakarta. Yuk, dukung Jakarta untuk lebih baik!
(unt)
Lihat Juga :