Prajurit Kodam 1/BB Jalan Kaki Angkut Bantuan Sejauh 5 Km ke Desa Terisolir di Sitahuis
Rabu, 03 Desember 2025 - 13:07 WIB
loading...
A
A
A
Kepala Desa Naga Timbul Bakhtiar Lumban Tobing menyebut sekitar 1.300 warga masih bertahan di pengungsian dan belum menerima pasokan sembako. Lumban menegaskan bantuan dari Satgas Yonif 122/TS merupakan bantuan pertama yang berhasil masuk ke wilayah mereka.
"Keluhan serupa juga datang dari warga Pagaran Lambung 3 yang belum tersentuh bantuan sejak bencana melanda," ukarnya, Rabu (3/12/2025).
Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap mengapresiasi dedikasi personel di lapangan. Menurut Asrul, para prajurit Yonif 122/TS harus menempuh perjalanan kaki sekitar lima kilometer untuk membawa logistik dari titik terakhir yang masih dapat diakses kendaraan.
"Kebutuhan bantuan masih sangat mendesak dan meminta tambahan suplai sembako dikirim ke Adiankoting untuk kembali didistribusikan menuju desa-desa terisolir," ujarnya.
Asrul menegaskan Kodam I/BB terus berupaya mempercepat distribusi bantuan bagi warga terdampak. “Prajurit tidak berhenti menembus desa-desa terisolir agar masyarakat segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” ujarnya.
"Keluhan serupa juga datang dari warga Pagaran Lambung 3 yang belum tersentuh bantuan sejak bencana melanda," ukarnya, Rabu (3/12/2025).
Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap mengapresiasi dedikasi personel di lapangan. Menurut Asrul, para prajurit Yonif 122/TS harus menempuh perjalanan kaki sekitar lima kilometer untuk membawa logistik dari titik terakhir yang masih dapat diakses kendaraan.
"Kebutuhan bantuan masih sangat mendesak dan meminta tambahan suplai sembako dikirim ke Adiankoting untuk kembali didistribusikan menuju desa-desa terisolir," ujarnya.
Asrul menegaskan Kodam I/BB terus berupaya mempercepat distribusi bantuan bagi warga terdampak. “Prajurit tidak berhenti menembus desa-desa terisolir agar masyarakat segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” ujarnya.
(rca)
Lihat Juga :