Prajurit Kodam 1/BB Jalan Kaki Angkut Bantuan Sejauh 5 Km ke Desa Terisolir di Sitahuis
Rabu, 03 Desember 2025 - 13:07 WIB
loading...
Aksi heroik dilakukan Satgas Yonif 122/Tombak Sakti (TS) Kodam I/Bukit Barisan (BB). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Aksi heroik dilakukan Satgas Yonif 122/Tombak Sakti (TS) Kodam I/Bukit Barisan (BB). Mereka harus berjalan kaki sejauh 5 kilometer untuk menyalurkan bantuan ke desa-desa yang terisolir akibat bencana alam di Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Hal itu dilakukan karena akses kendaraan menuju Desa Mompang, Desa Mardame, dan Desa Naga Timbul masih terputus total. Sebanyak 196 sak beras, 84 dus mie instan, 115 dus air mineral, 15 dus biskuit, serta tiga goni pakaian layak pakai dipikul prajurit menuju titik pengungsian.
Bantuan ini dibagikan kepada 120 KK di Desa Naga Timbul, serta masing-masing 20 KK di Desa Mompang dan Desa Mardame. Seluruh warga diketahui belum pernah mendapatkan bantuan sejak bencana terjadi.
Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera: 753 Orang Tewas, 650 Hilang
Kepala Desa Naga Timbul Bakhtiar Lumban Tobing menyebut sekitar 1.300 warga masih bertahan di pengungsian dan belum menerima pasokan sembako. Lumban menegaskan bantuan dari Satgas Yonif 122/TS merupakan bantuan pertama yang berhasil masuk ke wilayah mereka.
"Keluhan serupa juga datang dari warga Pagaran Lambung 3 yang belum tersentuh bantuan sejak bencana melanda," ukarnya, Rabu (3/12/2025).
Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap mengapresiasi dedikasi personel di lapangan. Menurut Asrul, para prajurit Yonif 122/TS harus menempuh perjalanan kaki sekitar lima kilometer untuk membawa logistik dari titik terakhir yang masih dapat diakses kendaraan.
"Kebutuhan bantuan masih sangat mendesak dan meminta tambahan suplai sembako dikirim ke Adiankoting untuk kembali didistribusikan menuju desa-desa terisolir," ujarnya.
Asrul menegaskan Kodam I/BB terus berupaya mempercepat distribusi bantuan bagi warga terdampak. “Prajurit tidak berhenti menembus desa-desa terisolir agar masyarakat segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Hal itu dilakukan karena akses kendaraan menuju Desa Mompang, Desa Mardame, dan Desa Naga Timbul masih terputus total. Sebanyak 196 sak beras, 84 dus mie instan, 115 dus air mineral, 15 dus biskuit, serta tiga goni pakaian layak pakai dipikul prajurit menuju titik pengungsian.
Bantuan ini dibagikan kepada 120 KK di Desa Naga Timbul, serta masing-masing 20 KK di Desa Mompang dan Desa Mardame. Seluruh warga diketahui belum pernah mendapatkan bantuan sejak bencana terjadi.
Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera: 753 Orang Tewas, 650 Hilang
Kepala Desa Naga Timbul Bakhtiar Lumban Tobing menyebut sekitar 1.300 warga masih bertahan di pengungsian dan belum menerima pasokan sembako. Lumban menegaskan bantuan dari Satgas Yonif 122/TS merupakan bantuan pertama yang berhasil masuk ke wilayah mereka.
"Keluhan serupa juga datang dari warga Pagaran Lambung 3 yang belum tersentuh bantuan sejak bencana melanda," ukarnya, Rabu (3/12/2025).
Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap mengapresiasi dedikasi personel di lapangan. Menurut Asrul, para prajurit Yonif 122/TS harus menempuh perjalanan kaki sekitar lima kilometer untuk membawa logistik dari titik terakhir yang masih dapat diakses kendaraan.
"Kebutuhan bantuan masih sangat mendesak dan meminta tambahan suplai sembako dikirim ke Adiankoting untuk kembali didistribusikan menuju desa-desa terisolir," ujarnya.
Asrul menegaskan Kodam I/BB terus berupaya mempercepat distribusi bantuan bagi warga terdampak. “Prajurit tidak berhenti menembus desa-desa terisolir agar masyarakat segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” ujarnya.
(rca)
Lihat Juga :