MUI Desak Polisi Usut Aktor Intelektual Penusukan Syekh Ali Jaber
Selasa, 15 September 2020 - 13:07 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Terungkap, Ini Tarif Layanan Seks Wanita Pemandu Lagu di Madiun )
Terakhir, Rachmat mengapresiasi langkah cepat Gubernur Jabar, Ridwan Kamil yang sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jabar untuk melakukan pendampingan dan penerapan protokol keamanan kepada para alim ulama dalam menyampaikan dakwahnya demi keamanan dan kelancaran syiar Islam di Jabar.
Sementara itu, Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar menambahkan, desakan agar pihak kepolisian mengusut tuntas insiden penusukan terhadap Syekh Ali Jaber didasari alasan bahwa penanganan kasus serupa yang pernah terjadi tak pernah tuntas.
"Berpijak pada pengalaman 2018 lalu dimana terjadi kriminilasi terhadap ulama, pengungkapannya gak tuntas. Sebab, kalau (pelakunya) orang gila, gak sampai seperti itu. Jadi, pihak kepolisian jangan mudah percaya. Polisi harus menggunakan kaidah scientific, melibatkan para pakar supaya terbuka, supaya ketahuan," paparnya.
(Baca juga: Tragis, Makam Ki Gede Banten Tersembunyi di Belakang Pertokoan )
Apalagi, lanjut Rafani, Syekh Ali Jaber selama ini dikenal sebagai ulama yang santun dan mengkhususkan materi dakwahya hanya pada pengajaran Al-Quran. Bahkan, Rafani menyebut, Syekh Ali Jaber adalah sosok ulama yang disukai semua golongan masyarakat di Indonesia. "Beliau itu ulama yang moderat, dakwahnya juga lurus-lurus saja, sejuk, dan semua golongan senang karena bicaranya hanya seputar Al-Quran," tandasnya.
Terakhir, Rachmat mengapresiasi langkah cepat Gubernur Jabar, Ridwan Kamil yang sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jabar untuk melakukan pendampingan dan penerapan protokol keamanan kepada para alim ulama dalam menyampaikan dakwahnya demi keamanan dan kelancaran syiar Islam di Jabar.
Sementara itu, Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar menambahkan, desakan agar pihak kepolisian mengusut tuntas insiden penusukan terhadap Syekh Ali Jaber didasari alasan bahwa penanganan kasus serupa yang pernah terjadi tak pernah tuntas.
"Berpijak pada pengalaman 2018 lalu dimana terjadi kriminilasi terhadap ulama, pengungkapannya gak tuntas. Sebab, kalau (pelakunya) orang gila, gak sampai seperti itu. Jadi, pihak kepolisian jangan mudah percaya. Polisi harus menggunakan kaidah scientific, melibatkan para pakar supaya terbuka, supaya ketahuan," paparnya.
(Baca juga: Tragis, Makam Ki Gede Banten Tersembunyi di Belakang Pertokoan )
Apalagi, lanjut Rafani, Syekh Ali Jaber selama ini dikenal sebagai ulama yang santun dan mengkhususkan materi dakwahya hanya pada pengajaran Al-Quran. Bahkan, Rafani menyebut, Syekh Ali Jaber adalah sosok ulama yang disukai semua golongan masyarakat di Indonesia. "Beliau itu ulama yang moderat, dakwahnya juga lurus-lurus saja, sejuk, dan semua golongan senang karena bicaranya hanya seputar Al-Quran," tandasnya.
(eyt)
Lihat Juga :