MUI Desak Polisi Usut Aktor Intelektual Penusukan Syekh Ali Jaber
Selasa, 15 September 2020 - 13:07 WIB
loading...
A
A
A
"Anggapan orang gila yang kerap dialamatkan kepada pelaku kejahatan terhadap ulama akhirnya menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat. Harus dibuktikan secara rasional dan logis. Karenanya, kepolisian harus profesional, jangan mudah percaya. Polisi harus segera memberikan jawaban kepada masyarakat yang hampir hilang kepercayaan," bebernya.
Selain itu, pihaknya memandang bahwa kasus-kasus besar umumnya melibatkan aktor intelektual karena dampaknya pun lebih besar. Karenanya, pinta Rachmat, kepolisian harus mampu menuntaskan kasus tersebut.
"MUI melihat kasus-kasus besar umumnya ada aktor intelektualnya karena dampaknya lebih besar. Bisa saja dia (pelaku) hanya sebagai alat, makanya harus diusut sampai ke akar-akarnya," katanya.
(Baca juga: Anggotanya Diduga Kroyok Prajurit TNI AD, Ini Kata Dansat Brimob )
Lebih lanjut Rachmat mengatakan, pihaknya pun mengimbau para alim ulama, khususnya di Jabar untuk selalu waspada terhadap tindakan kejahatan, termasuk tidak sungkan meminta pengamanan dari pihak kepolisian saat menyampaikan dakwahnya.
"Kami sering menyampaikan, (alim ulama) harus hati hati dan kalau perlu meminta bantuan (pengamanan) kepada pihak kepolisian setempat. Jangan takut dan merasa diawasi karena itu bagian dari protokol keamanan," ujarnya.
Rachmat pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita yang beredar di media sosial yang sumbernya tidak jelas dan bernada mengadu domba antara umat Islam dan pemerintah. Masyarakat pun harus mempercayakan proses hukum kepada pemerintah dan pihak kepolisian.
"Segala sesuatu itu ada manfaatnya, termasuk berita. Berita itu ada manfaatnya atau tidak, maka masyarakat hatus hati hati dan jangan mudah terprovokasi oleh berita, terutama di media sosial," imbuh Rachmat.
Selain itu, pihaknya memandang bahwa kasus-kasus besar umumnya melibatkan aktor intelektual karena dampaknya pun lebih besar. Karenanya, pinta Rachmat, kepolisian harus mampu menuntaskan kasus tersebut.
"MUI melihat kasus-kasus besar umumnya ada aktor intelektualnya karena dampaknya lebih besar. Bisa saja dia (pelaku) hanya sebagai alat, makanya harus diusut sampai ke akar-akarnya," katanya.
(Baca juga: Anggotanya Diduga Kroyok Prajurit TNI AD, Ini Kata Dansat Brimob )
Lebih lanjut Rachmat mengatakan, pihaknya pun mengimbau para alim ulama, khususnya di Jabar untuk selalu waspada terhadap tindakan kejahatan, termasuk tidak sungkan meminta pengamanan dari pihak kepolisian saat menyampaikan dakwahnya.
"Kami sering menyampaikan, (alim ulama) harus hati hati dan kalau perlu meminta bantuan (pengamanan) kepada pihak kepolisian setempat. Jangan takut dan merasa diawasi karena itu bagian dari protokol keamanan," ujarnya.
Rachmat pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita yang beredar di media sosial yang sumbernya tidak jelas dan bernada mengadu domba antara umat Islam dan pemerintah. Masyarakat pun harus mempercayakan proses hukum kepada pemerintah dan pihak kepolisian.
"Segala sesuatu itu ada manfaatnya, termasuk berita. Berita itu ada manfaatnya atau tidak, maka masyarakat hatus hati hati dan jangan mudah terprovokasi oleh berita, terutama di media sosial," imbuh Rachmat.
Lihat Juga :