Hari Toleransi Internasional 2025, Kemenag Gelar Fun Walk Lintas Agama di CFD
Senin, 17 November 2025 - 17:27 WIB
loading...
A
A
A
Dari Bimas Hindu, I Nengah Duija mengutip filosofi Vasudhaiva Kutumbakam bahwa seluruh manusia adalah satu keluarga besar. Menurut dia, nilai itu relevan dengan kehidupan keagamaan di Indonesia yang kaya tradisi dan kearifan lokal.
“Wasudewa kutumbakam mengingatkan kita bahwa perbedaan tidak menjauhkan, tetapi justru menghubungkan,” ungkapnya.
I Nengah Duija menilai kegiatan ini memperlihatkan bahwa kerukunan merupakan kekuatan utama bangsa. “Indonesia kuat karena harmoninya,” katanya.
Dirjen Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung menyampaikan Indonesia adalah rumah bersama yang dibangun atas prinsip persaudaraan. Ia mengungkapkan pentingnya menjaga ruang publik sebagai tempat perjumpaan antariman. “Torang semua bersaudara,” ujarnya.
Rohaniwan Ws. Lie Suprijadi Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu, mengutip nilai Sehajani Watu Singsi—di empat penjuru lautan, semua adalah saudara. Ia menyebut nilai itu selaras dengan prinsip kebangsaan Indonesia yang menghargai keberagaman. “Harmoni adalah jembatan kebajikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Harmony Fun Walk menjadi ruang penting untuk menghadirkan kedekatan antarumat beragama secara langsung. “Dari berjalan bersama, kita belajar bahwa persaudaraan adalah pengalaman, bukan sekadar wacana,” pungkasnya
“Wasudewa kutumbakam mengingatkan kita bahwa perbedaan tidak menjauhkan, tetapi justru menghubungkan,” ungkapnya.
I Nengah Duija menilai kegiatan ini memperlihatkan bahwa kerukunan merupakan kekuatan utama bangsa. “Indonesia kuat karena harmoninya,” katanya.
Dirjen Bimas Kristen, Jeane Marie Tulung menyampaikan Indonesia adalah rumah bersama yang dibangun atas prinsip persaudaraan. Ia mengungkapkan pentingnya menjaga ruang publik sebagai tempat perjumpaan antariman. “Torang semua bersaudara,” ujarnya.
Rohaniwan Ws. Lie Suprijadi Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu, mengutip nilai Sehajani Watu Singsi—di empat penjuru lautan, semua adalah saudara. Ia menyebut nilai itu selaras dengan prinsip kebangsaan Indonesia yang menghargai keberagaman. “Harmoni adalah jembatan kebajikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Harmony Fun Walk menjadi ruang penting untuk menghadirkan kedekatan antarumat beragama secara langsung. “Dari berjalan bersama, kita belajar bahwa persaudaraan adalah pengalaman, bukan sekadar wacana,” pungkasnya
(cip)
Lihat Juga :