Hari Toleransi Internasional 2025, Kemenag Gelar Fun Walk Lintas Agama di CFD
Senin, 17 November 2025 - 17:27 WIB
loading...
A
A
A
“Setelah kegiatan hari ini, rangkaian masih berlanjut dengan Ijtima Ulama Tafsir Al-Quran, Interfaith Harmony untuk Pemuda, Penyerahan Sertifikasi Wakaf, Festival Majelis Taklim, Sakinah Family Run, hingga Konser Toleransi dan Cinta Kemanusiaan,” jelasnya.
Abu berharap, seluruh aktivitas lintas agama ini menjadi energi positif dalam memperkuat moderasi beragama. Abu menyampaikan apresiasi kepada para tokoh agama dan jajaran Kemenag atas kolaborasi yang terus terbangun.
Abu mengungkapkan pentingnya kerja bersama dalam merawat semangat toleransi sebagai nilai sosial yang mengikat bangsa. “Semoga semangat harmoni terus tumbuh dalam kehidupan berbangsa. Tugas kita bersama menjaga rukun tanpa retak,” ungkapnya.
Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Muhammad Ali Ramdhani menyampaikan, harmoni adalah fondasi penting dalam menjaga kemakmuran bangsa. Sehebat apa pun kualitas sumber daya manusia atau sumber daya alam yang dimiliki, semuanya tidak akan bermakna tanpa nilai persaudaraan dan saling menghormati. “Harmoni adalah ruh pembangunan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan Fun Walk mempertemukan umat beragama dalam suasana yang hangat sehingga memperkuat interaksi positif di ruang publik. Ali Ramdhani menilai Indonesia memiliki modal sosial besar berupa keragaman yang dirajut oleh nilai-nilai luhur setiap agama.
Karena itu, peringatan Hari Toleransi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menjaga keberagaman dalam bingkai kebangsaan. “Kerukunan bukan hanya konsep moral, tetapi kebutuhan bersama untuk masa depan Indonesia,” tambahnya.
Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi juga mengungkapkan cita-cita Indonesia emas akan terwujud apabila seluruh elemen bangsa hidup dalam suasana rukun. Supriyadi menyebut harmoni sebagai syarat kemajuan sosial dan ekonomi. “Kerukunan adalah jalan menuju kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Supriyadi mengapresiasi antusiasme peserta sebagai wujud nyata praktik toleransi di ruang publik. Supriyadi menambahkan, sikap moderat dalam beragama harus terus dihidupkan, terlebih di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. “Kita harus memastikan harmoni tetap menjadi nafas kehidupan berbangsa,” katanya.
Abu berharap, seluruh aktivitas lintas agama ini menjadi energi positif dalam memperkuat moderasi beragama. Abu menyampaikan apresiasi kepada para tokoh agama dan jajaran Kemenag atas kolaborasi yang terus terbangun.
Abu mengungkapkan pentingnya kerja bersama dalam merawat semangat toleransi sebagai nilai sosial yang mengikat bangsa. “Semoga semangat harmoni terus tumbuh dalam kehidupan berbangsa. Tugas kita bersama menjaga rukun tanpa retak,” ungkapnya.
Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Muhammad Ali Ramdhani menyampaikan, harmoni adalah fondasi penting dalam menjaga kemakmuran bangsa. Sehebat apa pun kualitas sumber daya manusia atau sumber daya alam yang dimiliki, semuanya tidak akan bermakna tanpa nilai persaudaraan dan saling menghormati. “Harmoni adalah ruh pembangunan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan Fun Walk mempertemukan umat beragama dalam suasana yang hangat sehingga memperkuat interaksi positif di ruang publik. Ali Ramdhani menilai Indonesia memiliki modal sosial besar berupa keragaman yang dirajut oleh nilai-nilai luhur setiap agama.
Karena itu, peringatan Hari Toleransi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menjaga keberagaman dalam bingkai kebangsaan. “Kerukunan bukan hanya konsep moral, tetapi kebutuhan bersama untuk masa depan Indonesia,” tambahnya.
Dirjen Bimas Buddha, Supriyadi juga mengungkapkan cita-cita Indonesia emas akan terwujud apabila seluruh elemen bangsa hidup dalam suasana rukun. Supriyadi menyebut harmoni sebagai syarat kemajuan sosial dan ekonomi. “Kerukunan adalah jalan menuju kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Supriyadi mengapresiasi antusiasme peserta sebagai wujud nyata praktik toleransi di ruang publik. Supriyadi menambahkan, sikap moderat dalam beragama harus terus dihidupkan, terlebih di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. “Kita harus memastikan harmoni tetap menjadi nafas kehidupan berbangsa,” katanya.
Lihat Juga :