Anggota DPR Apresiasi Bantuan Air Layak Minum untuk Masyarakat
Jum'at, 14 November 2025 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
“Sekitar 28 juta warga Indonesia masih harus mendapat perhatian serius dalam akses air bersih setiap hari,” ujarnya.
Ayodhia menambahkan, 80% pasokan air di Indonesia digunakan untuk sektor pertanian, sementara lebih dari 50% sumber air berpotensi tercemar. Kondisi ini, katanya, menjadi tantangan besar di tengah upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional sebagaimana visi Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan, indeks kualitas air nasional pada 2024 masih berada di angka 51,78, di bawah target nasional. Ia menyoroti enam dari sepuluh provinsi dengan kualitas air terendah berada di Pulau Jawa — wilayah dengan kepadatan penduduk dan aktivitas ekonomi tertinggi.
"Sungai-sungai strategis seperti Citarum, Brantas, Musi, dan Batanghari juga menunjukkan tren penurunan kualitas dalam tiga tahun terakhir," ucapnya.
Hanif menjelaskan, ketimpangan pasokan air bersih juga terjadi antar wilayah. Pulau Jawa memiliki indeks pemanfaatan air hanya 0,27 meski kebutuhan air untuk pangan mencapai lebih dari 30.000 juta meter kubik per tahun.
“Sementara di Papua, indeksnya mencapai 1,89, artinya ketersediaan air di sana jauh lebih besar tetapi belum termanfaatkan optimal,” ucapnya.
Ayodhia menambahkan, 80% pasokan air di Indonesia digunakan untuk sektor pertanian, sementara lebih dari 50% sumber air berpotensi tercemar. Kondisi ini, katanya, menjadi tantangan besar di tengah upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional sebagaimana visi Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan, indeks kualitas air nasional pada 2024 masih berada di angka 51,78, di bawah target nasional. Ia menyoroti enam dari sepuluh provinsi dengan kualitas air terendah berada di Pulau Jawa — wilayah dengan kepadatan penduduk dan aktivitas ekonomi tertinggi.
"Sungai-sungai strategis seperti Citarum, Brantas, Musi, dan Batanghari juga menunjukkan tren penurunan kualitas dalam tiga tahun terakhir," ucapnya.
Hanif menjelaskan, ketimpangan pasokan air bersih juga terjadi antar wilayah. Pulau Jawa memiliki indeks pemanfaatan air hanya 0,27 meski kebutuhan air untuk pangan mencapai lebih dari 30.000 juta meter kubik per tahun.
“Sementara di Papua, indeksnya mencapai 1,89, artinya ketersediaan air di sana jauh lebih besar tetapi belum termanfaatkan optimal,” ucapnya.
(shf)
Lihat Juga :