Anggota DPR Apresiasi Bantuan Air Layak Minum untuk Masyarakat
Jum'at, 14 November 2025 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Bisa untuk Operasi Militer, Teknologi Ubah Udara Jadi Air Minum Dipamerkan di HUT TNI
Selain menyediakan air minum berkualitas, perusahaan tersebut juga memberi kontribusi besar bagi perekonomian nasional. Dari sekitar 67 juta UMKM di Indonesia, 80% di antaranya menjual air minum produk pabrik air mineral.
“Bayangkan berapa banyak tenaga kerja yang terserap dan multiplier effect yang dihasilkan. Kehadiran Aqua membantu masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil yang menjual makanan dan minuman sehari-hari,” ujarnya.
Meski sempat diterpa isu soal sumber airnya yang disebut bukan dari pegunungan, perusahaan ini tetap memberikan dampak ekonomi dan sosial yang besar. Dia juga menaruh kepercayaan terhadap hasil penelitian para pakar hidrogeologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang membuktikan bahwa sumber air pabrik ini berasal dari air pegunungan alami dan telah melalui kajian ilmiah mendalam.
“Saya bela karena dari segi mutu sudah terbukti. Perannya dalam menyediakan air layak minum di masyarakat,” katanya.
Data Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menunjukkan masih ada sekitar 28 juta penduduk Indonesia yang kesulitan mendapatkan air bersih hingga Maret 2025.
Sekretaris Kemenko Infrastruktur, Ayodhia Kalake menyebut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan 2,2 miliar orang di dunia belum memiliki akses air minum layak dan 3,5 miliar belum memiliki sanitasi yang memadai pada 2024.
Selain menyediakan air minum berkualitas, perusahaan tersebut juga memberi kontribusi besar bagi perekonomian nasional. Dari sekitar 67 juta UMKM di Indonesia, 80% di antaranya menjual air minum produk pabrik air mineral.
“Bayangkan berapa banyak tenaga kerja yang terserap dan multiplier effect yang dihasilkan. Kehadiran Aqua membantu masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil yang menjual makanan dan minuman sehari-hari,” ujarnya.
Meski sempat diterpa isu soal sumber airnya yang disebut bukan dari pegunungan, perusahaan ini tetap memberikan dampak ekonomi dan sosial yang besar. Dia juga menaruh kepercayaan terhadap hasil penelitian para pakar hidrogeologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang membuktikan bahwa sumber air pabrik ini berasal dari air pegunungan alami dan telah melalui kajian ilmiah mendalam.
“Saya bela karena dari segi mutu sudah terbukti. Perannya dalam menyediakan air layak minum di masyarakat,” katanya.
Data Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menunjukkan masih ada sekitar 28 juta penduduk Indonesia yang kesulitan mendapatkan air bersih hingga Maret 2025.
Sekretaris Kemenko Infrastruktur, Ayodhia Kalake menyebut data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan 2,2 miliar orang di dunia belum memiliki akses air minum layak dan 3,5 miliar belum memiliki sanitasi yang memadai pada 2024.
Lihat Juga :