Kisah Heroik Letjen Soegito Perintahkan Anak Buah Tembak Dirinya Jika Gagal Negosiasi dengan Fretilin
Minggu, 02 November 2025 - 06:36 WIB
loading...
Letjen TNI (Purn) Soegito meminta diberondong tembakan oleh anak buahnya sendiri jika gagal melakukan negosiasi dengan pemberontak Fretilin di Timor Timur pada 1975 silam. Foto/Ist
A
A
A
LETNAN JENDERAL (Letjen)TNI (Purn) Soegito merupakan salah seorang prajurit TNI yang ditugaskan ke wilayah konflik di Timor Timur pada 1975. Dengan berani, Jenderal Kopassus ini meminta diberondong tembakan oleh anak buahnya sendiri jika gagal melakukan negosiasi dengan pemberontak Fretilin.
![Kisah Heroik Letjen Soegito Perintahkan Anak Buah Tembak Dirinya Jika Gagal Negosiasi dengan Fretilin]()
Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat dari satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini awalnya ditunjuk sebagai pemimpin penerjunan prajurit Kopassus di Kota Dili pada 7 Desember 1975, dalam Operasi Seroja.
Baca juga: Cerita Letjen TNI (Purn) Soegito Gagal Raih Baret Merah Kopassus karena Tak Kuat Jalan Kaki dari Bandung-Cilacap
Dihimpun dari berbagai sumber, Jenderal Kopassus Soegito dan pasukannya pada awalnya berhasil memukul mundur kelompok bersenjata Fretilin hingga kota tersebut berhasil dikuasai penuh. Sejak saat itu namanya mulai dikenal oleh para musuhnya.
Soegito kala itu menjadi sosok yang diwaspadai oleh para pemberontak Timor Timur. Suatu saat, terdapat kelompok bersenjata yang berafiliasi ke Fretilin ingin berdamai dan tidak mau meneruskan konflik dengan ABRI.
Kelompok bersenjata tersebut dipimpin oleh Paolino Gamma atau lebih dikenal dengan sebutan Mauk Muruk. Dia dan pasukannya memilih damai dan menyerahkan senjatanya pada ABRI.
Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus Soegito Perintahkan Luhut Pandjaitan Cari Makanan saat Peristiwa Malari
Pasukan yang dipimpin oleh Mauk Muruk bersenjata lengkap lantas bertemu dengan pasukan Soegito, ketika melakukan perjalanan turun gunung.
Pada saat itu, suasana cukup intens karena masing-masing pasukan yang ingin berdamai ini tidak mau senjata mereka dilucuti.
Membaca situasi ini, Soegito lantas memberikan pesan pada bawahannya yang bernama Sertu Pardi, "Kalau terjadi apa-apa, kamu hamburkan tembakan ke tempat duduk saya," perintah mantan Pangdam Jaya itu.
Sertu Pardi yang mendapat perintah tersebut merasa bingung, lalu bertanya, "Bagaimana kalau Bapak kena?" Sekali lagi ditegaskan Soegito, "Tidak peduli, tembak, habiskan saja."
Setelah pertemuan Mauk Muruk dan Soegito, prajurit ABRI kemudian melakukan pemeriksaan terhadap semua senjata yang telah diserahkan kelompok pemberontak.
Soegito lantas meminta Mauk Muruk untuk mengajak kelompok-kelompok bersenjata lainnya untuk turun gunung dan menyerahkan senjatanya.
%20Soegito%20dan%20pasukan%20RPKAD%20(Kopassus).jpg)
Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat dari satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini awalnya ditunjuk sebagai pemimpin penerjunan prajurit Kopassus di Kota Dili pada 7 Desember 1975, dalam Operasi Seroja.
Baca juga: Cerita Letjen TNI (Purn) Soegito Gagal Raih Baret Merah Kopassus karena Tak Kuat Jalan Kaki dari Bandung-Cilacap
Dihimpun dari berbagai sumber, Jenderal Kopassus Soegito dan pasukannya pada awalnya berhasil memukul mundur kelompok bersenjata Fretilin hingga kota tersebut berhasil dikuasai penuh. Sejak saat itu namanya mulai dikenal oleh para musuhnya.
Soegito kala itu menjadi sosok yang diwaspadai oleh para pemberontak Timor Timur. Suatu saat, terdapat kelompok bersenjata yang berafiliasi ke Fretilin ingin berdamai dan tidak mau meneruskan konflik dengan ABRI.
Kelompok bersenjata tersebut dipimpin oleh Paolino Gamma atau lebih dikenal dengan sebutan Mauk Muruk. Dia dan pasukannya memilih damai dan menyerahkan senjatanya pada ABRI.
Baca juga: Kisah Jenderal Kopassus Soegito Perintahkan Luhut Pandjaitan Cari Makanan saat Peristiwa Malari
Pasukan yang dipimpin oleh Mauk Muruk bersenjata lengkap lantas bertemu dengan pasukan Soegito, ketika melakukan perjalanan turun gunung.
Pada saat itu, suasana cukup intens karena masing-masing pasukan yang ingin berdamai ini tidak mau senjata mereka dilucuti.
Membaca situasi ini, Soegito lantas memberikan pesan pada bawahannya yang bernama Sertu Pardi, "Kalau terjadi apa-apa, kamu hamburkan tembakan ke tempat duduk saya," perintah mantan Pangdam Jaya itu.
Sertu Pardi yang mendapat perintah tersebut merasa bingung, lalu bertanya, "Bagaimana kalau Bapak kena?" Sekali lagi ditegaskan Soegito, "Tidak peduli, tembak, habiskan saja."
Setelah pertemuan Mauk Muruk dan Soegito, prajurit ABRI kemudian melakukan pemeriksaan terhadap semua senjata yang telah diserahkan kelompok pemberontak.
Soegito lantas meminta Mauk Muruk untuk mengajak kelompok-kelompok bersenjata lainnya untuk turun gunung dan menyerahkan senjatanya.
(shf)
Lihat Juga :