Harga Stabil, Perajin Tahu Tempe Lampung Masih Andalkan Kedelai Impor
Rabu, 29 Oktober 2025 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Bintang mengakui produksi tahu dan tempe di daerahnya sedang mengalami penurunan. Selain faktor harga bahan baku, munculnya pesaing dari Bandar Lampung yang menawarkan harga jual lebih murah sehingga ikut memengaruhi pasar.
“Sekarang ini produksi turun karena banyak produk dari luar daerah yang masuk ke pasar sini. Meski begitu, pasokan kedelai dari distributor masih lancar, bahkan sering kali stok datang sebelum habis,” ucapnya.
Ketua Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) Hidayatullah Suragala mengatakan, harga kedelai di pasaran wilayah Lampung yang berkisar Rp9.400 sampai Rp9.500 perkilogram adalah normal dan wajar.
Hidayat mengungkapkan, sebagai dampak dari adanya kenaikan harga kedelai di pasar global beberapa hari terakhir, harga jual kedelai di tingkat importir saat ini sempat mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp8.700/kg menjadi Rp8.800-8.850/kg.
“Diharapkan sampai dengan akhir tahun 2025 tidak terjadi gejolak kenaikan harga yang terlalu tajam, sehingga para perajin tempe dan tahu nasional bisa tetap berproduksi dan mendapatkan keuntungan,” ujar Hidayat.
Akindo juga memastikan pasokan kedelai nasional dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan perajin tahu dan tempe untuk dua bulan ke depan, berkisar antara 220.000 hingga 250.000 ton per bulan. Hidayat menyebutkan, permintaan kedelai nasional dalam lima tahun terakhir relatif stagnan antara 2,6-3 juta ton per tahun.
“Sekarang ini produksi turun karena banyak produk dari luar daerah yang masuk ke pasar sini. Meski begitu, pasokan kedelai dari distributor masih lancar, bahkan sering kali stok datang sebelum habis,” ucapnya.
Ketua Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) Hidayatullah Suragala mengatakan, harga kedelai di pasaran wilayah Lampung yang berkisar Rp9.400 sampai Rp9.500 perkilogram adalah normal dan wajar.
Hidayat mengungkapkan, sebagai dampak dari adanya kenaikan harga kedelai di pasar global beberapa hari terakhir, harga jual kedelai di tingkat importir saat ini sempat mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp8.700/kg menjadi Rp8.800-8.850/kg.
“Diharapkan sampai dengan akhir tahun 2025 tidak terjadi gejolak kenaikan harga yang terlalu tajam, sehingga para perajin tempe dan tahu nasional bisa tetap berproduksi dan mendapatkan keuntungan,” ujar Hidayat.
Akindo juga memastikan pasokan kedelai nasional dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan perajin tahu dan tempe untuk dua bulan ke depan, berkisar antara 220.000 hingga 250.000 ton per bulan. Hidayat menyebutkan, permintaan kedelai nasional dalam lima tahun terakhir relatif stagnan antara 2,6-3 juta ton per tahun.
(shf)
Lihat Juga :