Harga Stabil, Perajin Tahu Tempe Lampung Masih Andalkan Kedelai Impor
Rabu, 29 Oktober 2025 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: DPR-Pemerintah Sepakat Biaya Haji 2026 Rp87 Juta, Jemaah Bayar Rp54,1 Juta
Senada, perajin tahu asal Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung Amuh menyebut harga kedelai saat ini berada di kisaran Rp9.500 per kilogram, turun cukup jauh dibandingkan 2024 yang sempat mencapai Rp12.000 per kilogram. Amuh mengaku biasa menggunakan kedelai impor yang beredar di pasaran. “Sudah puluhan tahun enggak ada kedelai lokal,” ujarnya.
Menurut Amuh, kenaikan harga kedelai akan langsung berpengaruh pada penghasilan perajin. Namun menaikkan harga jual produk tahunya bukanlah solusi, karena daya beli masyarakat sedang menurun. “Kalau harga naik penghasilan otomatis turun. Enggak bisa langsung naikin harga, paling ukuran yang dikurangi. Itu pun kalau harga kedelai sudah di atas Rp12.000,” tuturnya.
Amuh menilai, kendala utama saat ini adalah lesunya daya beli masyarakat. “Pasokan aman, tapi pasar sepi. Jadi kalau stok kedelai banyak tapi pembeli enggak ada, ya percuma juga,” katanya.
Distributor kedelai di Purwodadi Dalam, Lampung Selatan, Umiati menyebut harga kedelai super kini berada di angka Rp9.500 per kilogram, turun dari harga sebelumnya Rp10.000. Umiati mendapat pasokan dari pengepul dan menjualnya ke perajin tahu tempe. “Sekarang ini pembelian berkurang. Dulu ambil sembilan ton habis dalam 25 hari, sekarang enam ton bisa sebulan,” ujarnya.
Umiati menambahkan, penurunan pembelian bukan hanya karena produksi berkurang, tetapi juga karena banyaknya pedagang keliling yang menjual kedelai dengan kualitas tak terjamin. Meski begitu, stok kedelai di wilayahnya masih aman dan mampu memenuhi kebutuhan perajin.
Ketua Paguyuban Tahu Tempe Dusun 3 Desa Purwodadi Dalam, Lampung Selatan Bintang Bayu mengungkapkan, harga kedelai di koperasi tempatnya saat ini juga berada di kisaran Rp9.500 per kilogram. Ia menilai harga tersebut masih ideal. “Enggak terlalu tinggi, enggak terlalu rendah. Masih ada margin sekitar empat ratus sampai lima ratus per kilo,” katanya.
Senada, perajin tahu asal Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung Amuh menyebut harga kedelai saat ini berada di kisaran Rp9.500 per kilogram, turun cukup jauh dibandingkan 2024 yang sempat mencapai Rp12.000 per kilogram. Amuh mengaku biasa menggunakan kedelai impor yang beredar di pasaran. “Sudah puluhan tahun enggak ada kedelai lokal,” ujarnya.
Menurut Amuh, kenaikan harga kedelai akan langsung berpengaruh pada penghasilan perajin. Namun menaikkan harga jual produk tahunya bukanlah solusi, karena daya beli masyarakat sedang menurun. “Kalau harga naik penghasilan otomatis turun. Enggak bisa langsung naikin harga, paling ukuran yang dikurangi. Itu pun kalau harga kedelai sudah di atas Rp12.000,” tuturnya.
Amuh menilai, kendala utama saat ini adalah lesunya daya beli masyarakat. “Pasokan aman, tapi pasar sepi. Jadi kalau stok kedelai banyak tapi pembeli enggak ada, ya percuma juga,” katanya.
Distributor kedelai di Purwodadi Dalam, Lampung Selatan, Umiati menyebut harga kedelai super kini berada di angka Rp9.500 per kilogram, turun dari harga sebelumnya Rp10.000. Umiati mendapat pasokan dari pengepul dan menjualnya ke perajin tahu tempe. “Sekarang ini pembelian berkurang. Dulu ambil sembilan ton habis dalam 25 hari, sekarang enam ton bisa sebulan,” ujarnya.
Umiati menambahkan, penurunan pembelian bukan hanya karena produksi berkurang, tetapi juga karena banyaknya pedagang keliling yang menjual kedelai dengan kualitas tak terjamin. Meski begitu, stok kedelai di wilayahnya masih aman dan mampu memenuhi kebutuhan perajin.
Ketua Paguyuban Tahu Tempe Dusun 3 Desa Purwodadi Dalam, Lampung Selatan Bintang Bayu mengungkapkan, harga kedelai di koperasi tempatnya saat ini juga berada di kisaran Rp9.500 per kilogram. Ia menilai harga tersebut masih ideal. “Enggak terlalu tinggi, enggak terlalu rendah. Masih ada margin sekitar empat ratus sampai lima ratus per kilo,” katanya.
Lihat Juga :