Tokoh Agama dan Masyarakat Pegunungan Bintang Tepis Isu Menyesatkan
Senin, 13 Oktober 2025 - 19:49 WIB
loading...
A
A
A
Aksi penyebaran hoaks dan fitnah kepada TNI, lanjut Markus, adalah strategi lama OPM untuk menutupi tindakan brutal mereka, sekaligus menggiring opini publik khususnya masyarakat Papua agar membenci negara.
Melalui unggahan video editan, dan narasi menyesatkan, OPM mencoba menggiring simpati publik internasional sambil menutupi aksi kejahatan kemanusiaan terhadap warga sipil termasuk orang asli Papua.
Baca juga: Serangan Brutal! KKB Daniel Aibon Kogoya Tembak Mati Pekerja Proyek Jalan di Intan Jaya
“Saya jadi teringat peristiwa pilu September 2021 silam di desa kami. Usai bakar puskesmas, OPM melecahkan seluruh nakes (tenaga kesehatan) di mana salah seorang nakes, Ibu Gabriela Meilan, kita temukan tewas mengenaskan di jurang sedalam 500 meter,” ungkap Markus.
Senada dengan Pendeta Markus, Kepala Distrik Kiwirok Yulianus Kalakmabin menegaskan bahwa tuduhan terhadap TNI adalah pemutarbalikan fakta, di mana OPM-lah yang menjadi pelaku tunggal teror selama ini.
“Saya melihat sendiri bagaimana Kogabwilhan III membantu warga, terutama para guru yang ketakutan akibat pembakaran sekolah. Tidak ada bom, tidak ada pesawat tempur. Yang ada adalah bantuan dan perlindungan,” ujar Yulianus.
Melalui unggahan video editan, dan narasi menyesatkan, OPM mencoba menggiring simpati publik internasional sambil menutupi aksi kejahatan kemanusiaan terhadap warga sipil termasuk orang asli Papua.
Baca juga: Serangan Brutal! KKB Daniel Aibon Kogoya Tembak Mati Pekerja Proyek Jalan di Intan Jaya
“Saya jadi teringat peristiwa pilu September 2021 silam di desa kami. Usai bakar puskesmas, OPM melecahkan seluruh nakes (tenaga kesehatan) di mana salah seorang nakes, Ibu Gabriela Meilan, kita temukan tewas mengenaskan di jurang sedalam 500 meter,” ungkap Markus.
Senada dengan Pendeta Markus, Kepala Distrik Kiwirok Yulianus Kalakmabin menegaskan bahwa tuduhan terhadap TNI adalah pemutarbalikan fakta, di mana OPM-lah yang menjadi pelaku tunggal teror selama ini.
“Saya melihat sendiri bagaimana Kogabwilhan III membantu warga, terutama para guru yang ketakutan akibat pembakaran sekolah. Tidak ada bom, tidak ada pesawat tempur. Yang ada adalah bantuan dan perlindungan,” ujar Yulianus.
Lihat Juga :