Kemkomdigi Ajak Influencer Sampaikan Informasi Strategis dan Berdampak
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 18:38 WIB
loading...
A
A
A
“Adanya disinformasi, dampaknya masyarakat bisa salah mengambil keputusan. Demikian pula fake news bisa menimbulkan kepanikan atau emosi publik, sehingga kita punya tanggung jawab moral untuk menyampaikan informasi yang kredibel,” tegas Blontank Poer saat menjadi narasumber Bimbingan Teknis Produksi Konten Media Sosial tentang Isu Prioritas Pemerintah bagi Mitra Strategis.
Sementara itu, Praktisi Kehumasan dan Pakar Budaya Digital, Rulli Nasrullah, menyatakan kreativitas membuat konten akan sia-sia apabila tanpa didukung peralatan memadai. Menurutnya, setidaknya ada tiga sarana pokok untuk menghasilkan konten berkualitas, yakni kamera, clip on atau wireless mic, dan tripod.
“Sementara dari sisi skill (keterampilan-red), pengelola media sosial kalau mau bener cara main medsos harus menggunakan content brief, content strategy, content writing, copy writing, content planning, creative writing,” tambah dia ketika memberikan paparan dalam acara yang sama.
Tak kalah penting, Rulli Nasrullah memberikan tips agar konten yang diproduksi bisa memperoleh engagement signifikan, yakni seorang kreator konten perlu membangun interaksi intensif dengan para pengguna media sosial lainnya sebelum mengunggah konten.
Untuk diketahui, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Kementerian Komunikasi dan Digital memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan teknis dan fasilitasi bagi mitra strategis untuk memperkuat kemampuan komunikasi mereka di ranah digital. Karenanya, bimbingan teknis ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi teknis mitra strategis dalam merancang, memproduksi, dan mengelola konten digital yang kreatif, komunikatif, dan berdaya saing tinggi, sehingga mampu menjadi rujukan informasi publik terpercaya.
Sementara itu, Praktisi Kehumasan dan Pakar Budaya Digital, Rulli Nasrullah, menyatakan kreativitas membuat konten akan sia-sia apabila tanpa didukung peralatan memadai. Menurutnya, setidaknya ada tiga sarana pokok untuk menghasilkan konten berkualitas, yakni kamera, clip on atau wireless mic, dan tripod.
“Sementara dari sisi skill (keterampilan-red), pengelola media sosial kalau mau bener cara main medsos harus menggunakan content brief, content strategy, content writing, copy writing, content planning, creative writing,” tambah dia ketika memberikan paparan dalam acara yang sama.
Tak kalah penting, Rulli Nasrullah memberikan tips agar konten yang diproduksi bisa memperoleh engagement signifikan, yakni seorang kreator konten perlu membangun interaksi intensif dengan para pengguna media sosial lainnya sebelum mengunggah konten.
Untuk diketahui, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Kementerian Komunikasi dan Digital memiliki peran strategis dalam memberikan dukungan teknis dan fasilitasi bagi mitra strategis untuk memperkuat kemampuan komunikasi mereka di ranah digital. Karenanya, bimbingan teknis ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi teknis mitra strategis dalam merancang, memproduksi, dan mengelola konten digital yang kreatif, komunikatif, dan berdaya saing tinggi, sehingga mampu menjadi rujukan informasi publik terpercaya.
(unt)
Lihat Juga :