Kemkomdigi Ajak Influencer Sampaikan Informasi Strategis dan Berdampak
Jum'at, 10 Oktober 2025 - 18:38 WIB
loading...
A
A
A
“Sebarkan pesan-pesan positif pemerintah kepada masyarakat sehingga tumbuh kepercayaan yang positif kepada pemerintah,” tuturnya..
Terkait perkembangan media sosial saat ini, Dosen Universitas Sebelas Maret, Sri Hastarjo bilang, masyarakat perlu menggunakan media sosial dengan bijak. Menurutnya, penggunaan teknologi, dalam hal ini media sosial secara serampangan bisa merugikan masyarakat sehingga perlu kehati-hatian.
“Content creator atau influencer tidak sekadar punya banyak follower, tapi juga harus punya ideologi kuat agar tidak gampang terpengaruh atau malah jadi provokator,” bilangnya saat menjadi narasumber Bimbingan Teknis Produksi Konten Media Sosial tentang Isu Prioritas Pemerintah bagi Mitra Strategis.
Di lain sisi, lanjut Sri Hastarjo, seorang komunikator dalam hal ini influencer atau kreator konten juga perlu membangun kredibilitas agar pesan yang disampaikan bisa berdampak positif bagi audiens. Menurutnya, ada beberapa strategi komunikasi efektif, di antaranya pengelolaan proses komunikasi oleh individu atau organisasi untuk membangun engagement dan mencapai tujuan.
“Ini menyangkut bagaimana merencanakan, menerapkan, dan mengevaluasi metode-metode berkomunikasi dengan berfokus kepada hasil ketimbang teknik atau taktik tertentu,” jelas dia.
Sementara untuk strategi penyampaian pesan, Sri Hastarjo meminta agar para influencer atau kreator konten bisa memilih pesan kunci paling relevan untuk audiens. Selain itu juga perlu merumuskan pesan secara jelas dan singkat serta sesuai dengan pengalaman audiens.
Di lain pihak, pendiri Rumah Blogger Indonesia Solo, Blontank Poer dalam kesempatan sama menyampaikan pentingnya menjaga kredibilitas informasi yang disampaikan untuk menghindari fake news alias berita palsu. Menurutnya, menyampaikan informasi secara kredibel mutlak diperlukan, mengingat saat ini literasi digital masyarakat masih terbilang rendah.
Terkait perkembangan media sosial saat ini, Dosen Universitas Sebelas Maret, Sri Hastarjo bilang, masyarakat perlu menggunakan media sosial dengan bijak. Menurutnya, penggunaan teknologi, dalam hal ini media sosial secara serampangan bisa merugikan masyarakat sehingga perlu kehati-hatian.
“Content creator atau influencer tidak sekadar punya banyak follower, tapi juga harus punya ideologi kuat agar tidak gampang terpengaruh atau malah jadi provokator,” bilangnya saat menjadi narasumber Bimbingan Teknis Produksi Konten Media Sosial tentang Isu Prioritas Pemerintah bagi Mitra Strategis.
Di lain sisi, lanjut Sri Hastarjo, seorang komunikator dalam hal ini influencer atau kreator konten juga perlu membangun kredibilitas agar pesan yang disampaikan bisa berdampak positif bagi audiens. Menurutnya, ada beberapa strategi komunikasi efektif, di antaranya pengelolaan proses komunikasi oleh individu atau organisasi untuk membangun engagement dan mencapai tujuan.
“Ini menyangkut bagaimana merencanakan, menerapkan, dan mengevaluasi metode-metode berkomunikasi dengan berfokus kepada hasil ketimbang teknik atau taktik tertentu,” jelas dia.
Sementara untuk strategi penyampaian pesan, Sri Hastarjo meminta agar para influencer atau kreator konten bisa memilih pesan kunci paling relevan untuk audiens. Selain itu juga perlu merumuskan pesan secara jelas dan singkat serta sesuai dengan pengalaman audiens.
Di lain pihak, pendiri Rumah Blogger Indonesia Solo, Blontank Poer dalam kesempatan sama menyampaikan pentingnya menjaga kredibilitas informasi yang disampaikan untuk menghindari fake news alias berita palsu. Menurutnya, menyampaikan informasi secara kredibel mutlak diperlukan, mengingat saat ini literasi digital masyarakat masih terbilang rendah.
Lihat Juga :