Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, BNPB: Operasi SAR 24 Jam, Identifikasi Jenazah Jadi Prioritas
Sabtu, 04 Oktober 2025 - 15:04 WIB
loading...
A
A
A
Dalam rapat koordinasi antarstakeholder yang dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, penanganan darurat tetap difokuskan untuk mencari dan evakuasi jenazah korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan. Upaya pencarian dilakukan melalui kombinasi metode manual dan dukungan peralatan berat.
Sejak Jumat (3/10/2025) malam hingga Sabtu (4/10/2025), tim gabungan mengoptimalkan pembersihan beton dan puing reruntuhan bangunan 4 lantai itu. Hal ini untuk membuka akses lebih luas dan lebih aman terhadap area yang diduga terdapat jenazah santri.
Tantangan besar yang dihadapi adalah tebalnya tumpukan material beton. Hal ini memperlambat akses menuju titik yang diduga terdapat korban. Sebagai solusi, alat berat diterjunkan dengan pengendalian ketat para personel gabungan yang terdiri dari 400 orang lebih untuk memastikan keselamatan tim lapangan selama 24 jam dengan pola tiga shift secara bergantian.
“Kita tidak pernah kekurangan personel. Kita datangkan ratusan personel dengan tiga pembagian waktu pekerjaan. Mereka terus bekerja secara profesional,” ujar Suharyanto.
Setiap jenazah korban yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke posko DVI (Disaster Victim Identification). Proses identifikasi menghadapi kendala akibat kondisi korban, namun tim medis bersama kepolisian melakukan metode forensik untuk memastikan keakuratan data.
Sejak Jumat (3/10/2025) malam hingga Sabtu (4/10/2025), tim gabungan mengoptimalkan pembersihan beton dan puing reruntuhan bangunan 4 lantai itu. Hal ini untuk membuka akses lebih luas dan lebih aman terhadap area yang diduga terdapat jenazah santri.
Tantangan besar yang dihadapi adalah tebalnya tumpukan material beton. Hal ini memperlambat akses menuju titik yang diduga terdapat korban. Sebagai solusi, alat berat diterjunkan dengan pengendalian ketat para personel gabungan yang terdiri dari 400 orang lebih untuk memastikan keselamatan tim lapangan selama 24 jam dengan pola tiga shift secara bergantian.
“Kita tidak pernah kekurangan personel. Kita datangkan ratusan personel dengan tiga pembagian waktu pekerjaan. Mereka terus bekerja secara profesional,” ujar Suharyanto.
Setiap jenazah korban yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke posko DVI (Disaster Victim Identification). Proses identifikasi menghadapi kendala akibat kondisi korban, namun tim medis bersama kepolisian melakukan metode forensik untuk memastikan keakuratan data.
Lihat Juga :