Wujudkan Kemandirian Pangan, Ibas Serahkan Bantuan Alsintan ke Petani Madiun
Jum'at, 26 September 2025 - 18:09 WIB
loading...
A
A
A
Ibas menegaskan aspirasi para petani akan ia teruskan dan perjuangkan di tingkat pusat. “Saya dengarkan langsung dan saya catat. Kita akan perjuangkan bersama agar harga pasca panen juga dapat dijaga kestabilannya,” ujarnya.
Tak hanya itu, Ibas yang juga merupakan salah satu Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ini menyuarakan pentingnya pengawalan terhadap program-program pemerintah yang menyasar sektor tebu.
“Kita sama-sama kawal program pemerintah untuk petani tebu seperti Program Manis untuk mempercepat swasembada gula. Anggaran khusus sektor tebu 1,6 triliun, replanting tebu, bongkar ratoon, dari Rp5.000 menjadi Rp17.000 per hektar, subsidi pupuk ZA, KUR khusus tebu. 100.000 hektar secara nasional. 70.000 hektar di Jawa Timur. Data di Madiun, 2.300 hektare sawah lahan, produksi tebu 176 ribu ton, 13 ribu ton kristal gula,” papar Ibas.
Ibas juga menekankan pentingnya memastikan ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau dan distribusi yang tepat waktu sebagai elemen penting dalam mendukung keberhasilan program swasembada gula.
Sebagai penutup, Ibas mengajak generasi muda untuk ikut terlibat dalam dunia pertanian dan tidak meninggalkan sektor ini hanya kepada orang tua. Menurutnya, pertanian adalah sektor masa depan yang membutuhkan sentuhan modernisasi dan semangat baru dari anak-anak muda Indonesia. “Pertanian harus semakin modern, produktif, dan mandiri,” pungkas Ibas dengan penuh semangat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPR Dapil Jatim VIII Guntur Sasono; Direktur Manajemen Risiko dan Legal PT Rajawali Nusantara Indonesia, Hidayat Safwan; Bupati Madiun, Hari Wuryanto; Komandan Kodim 0803/Madiun Letkol Kav. Widhi Bayu Sudibyo.
Termasuk Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara; Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Sumanto; serta jajaran perwakilan kelompok petani dan tamu undangan lainnya.
Tak hanya itu, Ibas yang juga merupakan salah satu Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ini menyuarakan pentingnya pengawalan terhadap program-program pemerintah yang menyasar sektor tebu.
“Kita sama-sama kawal program pemerintah untuk petani tebu seperti Program Manis untuk mempercepat swasembada gula. Anggaran khusus sektor tebu 1,6 triliun, replanting tebu, bongkar ratoon, dari Rp5.000 menjadi Rp17.000 per hektar, subsidi pupuk ZA, KUR khusus tebu. 100.000 hektar secara nasional. 70.000 hektar di Jawa Timur. Data di Madiun, 2.300 hektare sawah lahan, produksi tebu 176 ribu ton, 13 ribu ton kristal gula,” papar Ibas.
Ibas juga menekankan pentingnya memastikan ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau dan distribusi yang tepat waktu sebagai elemen penting dalam mendukung keberhasilan program swasembada gula.
Sebagai penutup, Ibas mengajak generasi muda untuk ikut terlibat dalam dunia pertanian dan tidak meninggalkan sektor ini hanya kepada orang tua. Menurutnya, pertanian adalah sektor masa depan yang membutuhkan sentuhan modernisasi dan semangat baru dari anak-anak muda Indonesia. “Pertanian harus semakin modern, produktif, dan mandiri,” pungkas Ibas dengan penuh semangat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPR Dapil Jatim VIII Guntur Sasono; Direktur Manajemen Risiko dan Legal PT Rajawali Nusantara Indonesia, Hidayat Safwan; Bupati Madiun, Hari Wuryanto; Komandan Kodim 0803/Madiun Letkol Kav. Widhi Bayu Sudibyo.
Termasuk Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara; Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Sumanto; serta jajaran perwakilan kelompok petani dan tamu undangan lainnya.
(cip)
Lihat Juga :