Wujudkan Kemandirian Pangan, Ibas Serahkan Bantuan Alsintan ke Petani Madiun
Jum'at, 26 September 2025 - 18:09 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Bank Jatim Akad Kredit Massal dengan Petani Tebu di Madiun Rp24 Miliar
Karena itu, Ibas menyatakan komitmennya untuk terus mendorong penguatan sektor pertanian, termasuk tebu dan padi, agar lebih tangguh menghadapi tantangan zaman. “Saya berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan sektor pertanian, pertanian padi termasuk pertanian tebu, agar lebih modern, produktif, dan mandiri,” lanjutnya.
Sebagai bentuk konkret dari dukungan tersebut, Ibas menyerahkan bantuan alsintan kepada kelompok tani di Desa Sambirejo. Bantuan tersebut meliputi traktor roda empat, traktor roda dua, dan motor viar roda tiga yang akan membantu mempercepat proses kerja di lapangan.
“Saya bersyukur, bangga telah menyaksikan dan menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), berupa traktor roda empat, traktor roda dua, dan motor viar roda tiga. Bantuan ini merupakan bentuk dukungan nyata untuk meringankan beban kerja petani, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat semangat kemandirian usaha tani di Desa Sambirejo,” ujar Ibas.
Bantuan alsintan yang diberikan ini juga merupakan bentuk nyata dari hasil pengawalan program yang selama ini secara konsisten dilakukan oleh anggota DPR Dapil Jatim VIII, Guntur Sasono, dalam mendukung petani dan memastikan berbagai program strategis pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di daerah.
Tak hanya menyerahkan bantuan, dalam momen tersebut Ibas juga meresmikan pusat pembinaan traktor sebagai upaya pemberdayaan petani dan mekanisasi pertanian di tingkat lokal. Peresmian ditandai secara simbolik dengan pecah kendi, sebuah tradisi masyarakat setempat sebagai simbol keberkahan dan harapan baik. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat, khususnya para petani yang merasa diperhatikan secara langsung oleh pemimpinnya.
Dalam audiensi terbuka yang dilakukan setelah panen raya, Ibas juga menyempatkan diri mendengarkan langsung aspirasi dari para petani. Salah satu tokoh senior petani, Sumitro, yang telah menekuni budidaya tebu selama lebih dari 50 tahun, menyampaikan kegembiraannya atas perhatian besar dari pemerintah pusat terhadap sektor pertanian tebu. Ia juga menuturkan bahwa perwakilan petani dari wilayahnya pernah diterima langsung oleh Komisi IV DPR RI untuk menyampaikan aspirasi.
“Kami senang sekali karena ada perhatian nyata dari pusat, bahkan perwakilan kami pernah diterima langsung oleh Komisi IV. Kami juga mendukung penuh program swasembada pangan. Tapi kami mohon agar pemerintah juga memperhatikan harga gula dan molasses setelah panen. Sekarang ini harganya sangat rendah. Kami ingin ada kestabilan harga agar petani lebih sejahtera,” tutur Sumitro disambut tepuk tangan para petani lainnya.
Karena itu, Ibas menyatakan komitmennya untuk terus mendorong penguatan sektor pertanian, termasuk tebu dan padi, agar lebih tangguh menghadapi tantangan zaman. “Saya berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan sektor pertanian, pertanian padi termasuk pertanian tebu, agar lebih modern, produktif, dan mandiri,” lanjutnya.
Sebagai bentuk konkret dari dukungan tersebut, Ibas menyerahkan bantuan alsintan kepada kelompok tani di Desa Sambirejo. Bantuan tersebut meliputi traktor roda empat, traktor roda dua, dan motor viar roda tiga yang akan membantu mempercepat proses kerja di lapangan.
“Saya bersyukur, bangga telah menyaksikan dan menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), berupa traktor roda empat, traktor roda dua, dan motor viar roda tiga. Bantuan ini merupakan bentuk dukungan nyata untuk meringankan beban kerja petani, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat semangat kemandirian usaha tani di Desa Sambirejo,” ujar Ibas.
Bantuan alsintan yang diberikan ini juga merupakan bentuk nyata dari hasil pengawalan program yang selama ini secara konsisten dilakukan oleh anggota DPR Dapil Jatim VIII, Guntur Sasono, dalam mendukung petani dan memastikan berbagai program strategis pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di daerah.
Tak hanya menyerahkan bantuan, dalam momen tersebut Ibas juga meresmikan pusat pembinaan traktor sebagai upaya pemberdayaan petani dan mekanisasi pertanian di tingkat lokal. Peresmian ditandai secara simbolik dengan pecah kendi, sebuah tradisi masyarakat setempat sebagai simbol keberkahan dan harapan baik. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat, khususnya para petani yang merasa diperhatikan secara langsung oleh pemimpinnya.
Dalam audiensi terbuka yang dilakukan setelah panen raya, Ibas juga menyempatkan diri mendengarkan langsung aspirasi dari para petani. Salah satu tokoh senior petani, Sumitro, yang telah menekuni budidaya tebu selama lebih dari 50 tahun, menyampaikan kegembiraannya atas perhatian besar dari pemerintah pusat terhadap sektor pertanian tebu. Ia juga menuturkan bahwa perwakilan petani dari wilayahnya pernah diterima langsung oleh Komisi IV DPR RI untuk menyampaikan aspirasi.
“Kami senang sekali karena ada perhatian nyata dari pusat, bahkan perwakilan kami pernah diterima langsung oleh Komisi IV. Kami juga mendukung penuh program swasembada pangan. Tapi kami mohon agar pemerintah juga memperhatikan harga gula dan molasses setelah panen. Sekarang ini harganya sangat rendah. Kami ingin ada kestabilan harga agar petani lebih sejahtera,” tutur Sumitro disambut tepuk tangan para petani lainnya.
Lihat Juga :