Wujudkan Kemandirian Pangan, Ibas Serahkan Bantuan Alsintan ke Petani Madiun
Jum'at, 26 September 2025 - 18:09 WIB
loading...
Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyerahkan bantuan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada para petani tebu. Foto/istimewa
A
A
A
MADIUN - Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menyerahkan bantuan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada para petani tebu . Upaya ini untuk meningkatkan kesejahteraan para petani tebu.
Dalam kesempatan itu, Ibas menegaskan tebu bukan hanya sumber penghasilan petani, melainkan bagian penting dari kedaulatan pangan dan energi nasional.
Ibas berkomitmen mendorong pertanian, termasuk tebu, agar lebih modern dan mandiri, serta mendukung penuh program-program pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Hal tersebut disampaikan Ibas saat terjun langsung ke tengah masyarakat petani tebu di Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Dalam kunjungan kerjanya, Ibas tidak hanya menyerahkan bantuan alsintan, tetapi juga turut serta dalam panen raya tebu bersama para petani.
Baca juga: Petani Tebu di Budugsidorejo Jombang Panen Perdana Musim Giling 2025
Dengan mengenakan caping khas petani, Ibas secara simbolis ikut memanen tebu yang sudah siap panen bersama masyarakat di tengah hamparan kebun tebu. Kehadiran Ibas disambut antusias oleh para petani yang merasa diperhatikan langsung oleh wakil rakyat mereka.
"Panen ini bukan hanya seremoni, tetapi bentuk penghormatan dan dukungan nyata terhadap kerja keras para petani,” ujar Ibas.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR ini menegaskan pertanian tebu tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurutnya, tebu memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional, baik dari sisi ekonomi maupun ketahanan negara. “Tebu bukan hanya sumber penghasilan petani, tetapi juga bagian penting dari kedaulatan pangan dan energi nasional,” tegasnya.
Baca juga: Bank Jatim Akad Kredit Massal dengan Petani Tebu di Madiun Rp24 Miliar
Karena itu, Ibas menyatakan komitmennya untuk terus mendorong penguatan sektor pertanian, termasuk tebu dan padi, agar lebih tangguh menghadapi tantangan zaman. “Saya berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan sektor pertanian, pertanian padi termasuk pertanian tebu, agar lebih modern, produktif, dan mandiri,” lanjutnya.
Sebagai bentuk konkret dari dukungan tersebut, Ibas menyerahkan bantuan alsintan kepada kelompok tani di Desa Sambirejo. Bantuan tersebut meliputi traktor roda empat, traktor roda dua, dan motor viar roda tiga yang akan membantu mempercepat proses kerja di lapangan.
“Saya bersyukur, bangga telah menyaksikan dan menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), berupa traktor roda empat, traktor roda dua, dan motor viar roda tiga. Bantuan ini merupakan bentuk dukungan nyata untuk meringankan beban kerja petani, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat semangat kemandirian usaha tani di Desa Sambirejo,” ujar Ibas.
Bantuan alsintan yang diberikan ini juga merupakan bentuk nyata dari hasil pengawalan program yang selama ini secara konsisten dilakukan oleh anggota DPR Dapil Jatim VIII, Guntur Sasono, dalam mendukung petani dan memastikan berbagai program strategis pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di daerah.
Tak hanya menyerahkan bantuan, dalam momen tersebut Ibas juga meresmikan pusat pembinaan traktor sebagai upaya pemberdayaan petani dan mekanisasi pertanian di tingkat lokal. Peresmian ditandai secara simbolik dengan pecah kendi, sebuah tradisi masyarakat setempat sebagai simbol keberkahan dan harapan baik. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat, khususnya para petani yang merasa diperhatikan secara langsung oleh pemimpinnya.
Dalam audiensi terbuka yang dilakukan setelah panen raya, Ibas juga menyempatkan diri mendengarkan langsung aspirasi dari para petani. Salah satu tokoh senior petani, Sumitro, yang telah menekuni budidaya tebu selama lebih dari 50 tahun, menyampaikan kegembiraannya atas perhatian besar dari pemerintah pusat terhadap sektor pertanian tebu. Ia juga menuturkan bahwa perwakilan petani dari wilayahnya pernah diterima langsung oleh Komisi IV DPR RI untuk menyampaikan aspirasi.
“Kami senang sekali karena ada perhatian nyata dari pusat, bahkan perwakilan kami pernah diterima langsung oleh Komisi IV. Kami juga mendukung penuh program swasembada pangan. Tapi kami mohon agar pemerintah juga memperhatikan harga gula dan molasses setelah panen. Sekarang ini harganya sangat rendah. Kami ingin ada kestabilan harga agar petani lebih sejahtera,” tutur Sumitro disambut tepuk tangan para petani lainnya.
Ibas menegaskan aspirasi para petani akan ia teruskan dan perjuangkan di tingkat pusat. “Saya dengarkan langsung dan saya catat. Kita akan perjuangkan bersama agar harga pasca panen juga dapat dijaga kestabilannya,” ujarnya.
Tak hanya itu, Ibas yang juga merupakan salah satu Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ini menyuarakan pentingnya pengawalan terhadap program-program pemerintah yang menyasar sektor tebu.
“Kita sama-sama kawal program pemerintah untuk petani tebu seperti Program Manis untuk mempercepat swasembada gula. Anggaran khusus sektor tebu 1,6 triliun, replanting tebu, bongkar ratoon, dari Rp5.000 menjadi Rp17.000 per hektar, subsidi pupuk ZA, KUR khusus tebu. 100.000 hektar secara nasional. 70.000 hektar di Jawa Timur. Data di Madiun, 2.300 hektare sawah lahan, produksi tebu 176 ribu ton, 13 ribu ton kristal gula,” papar Ibas.
Ibas juga menekankan pentingnya memastikan ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau dan distribusi yang tepat waktu sebagai elemen penting dalam mendukung keberhasilan program swasembada gula.
Sebagai penutup, Ibas mengajak generasi muda untuk ikut terlibat dalam dunia pertanian dan tidak meninggalkan sektor ini hanya kepada orang tua. Menurutnya, pertanian adalah sektor masa depan yang membutuhkan sentuhan modernisasi dan semangat baru dari anak-anak muda Indonesia. “Pertanian harus semakin modern, produktif, dan mandiri,” pungkas Ibas dengan penuh semangat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPR Dapil Jatim VIII Guntur Sasono; Direktur Manajemen Risiko dan Legal PT Rajawali Nusantara Indonesia, Hidayat Safwan; Bupati Madiun, Hari Wuryanto; Komandan Kodim 0803/Madiun Letkol Kav. Widhi Bayu Sudibyo.
Termasuk Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara; Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Sumanto; serta jajaran perwakilan kelompok petani dan tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Ibas menegaskan tebu bukan hanya sumber penghasilan petani, melainkan bagian penting dari kedaulatan pangan dan energi nasional.
Ibas berkomitmen mendorong pertanian, termasuk tebu, agar lebih modern dan mandiri, serta mendukung penuh program-program pemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Hal tersebut disampaikan Ibas saat terjun langsung ke tengah masyarakat petani tebu di Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Dalam kunjungan kerjanya, Ibas tidak hanya menyerahkan bantuan alsintan, tetapi juga turut serta dalam panen raya tebu bersama para petani.
Baca juga: Petani Tebu di Budugsidorejo Jombang Panen Perdana Musim Giling 2025
Dengan mengenakan caping khas petani, Ibas secara simbolis ikut memanen tebu yang sudah siap panen bersama masyarakat di tengah hamparan kebun tebu. Kehadiran Ibas disambut antusias oleh para petani yang merasa diperhatikan langsung oleh wakil rakyat mereka.
"Panen ini bukan hanya seremoni, tetapi bentuk penghormatan dan dukungan nyata terhadap kerja keras para petani,” ujar Ibas.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR ini menegaskan pertanian tebu tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurutnya, tebu memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional, baik dari sisi ekonomi maupun ketahanan negara. “Tebu bukan hanya sumber penghasilan petani, tetapi juga bagian penting dari kedaulatan pangan dan energi nasional,” tegasnya.
Baca juga: Bank Jatim Akad Kredit Massal dengan Petani Tebu di Madiun Rp24 Miliar
Karena itu, Ibas menyatakan komitmennya untuk terus mendorong penguatan sektor pertanian, termasuk tebu dan padi, agar lebih tangguh menghadapi tantangan zaman. “Saya berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan sektor pertanian, pertanian padi termasuk pertanian tebu, agar lebih modern, produktif, dan mandiri,” lanjutnya.
Sebagai bentuk konkret dari dukungan tersebut, Ibas menyerahkan bantuan alsintan kepada kelompok tani di Desa Sambirejo. Bantuan tersebut meliputi traktor roda empat, traktor roda dua, dan motor viar roda tiga yang akan membantu mempercepat proses kerja di lapangan.
“Saya bersyukur, bangga telah menyaksikan dan menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), berupa traktor roda empat, traktor roda dua, dan motor viar roda tiga. Bantuan ini merupakan bentuk dukungan nyata untuk meringankan beban kerja petani, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat semangat kemandirian usaha tani di Desa Sambirejo,” ujar Ibas.
Bantuan alsintan yang diberikan ini juga merupakan bentuk nyata dari hasil pengawalan program yang selama ini secara konsisten dilakukan oleh anggota DPR Dapil Jatim VIII, Guntur Sasono, dalam mendukung petani dan memastikan berbagai program strategis pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di daerah.
Tak hanya menyerahkan bantuan, dalam momen tersebut Ibas juga meresmikan pusat pembinaan traktor sebagai upaya pemberdayaan petani dan mekanisasi pertanian di tingkat lokal. Peresmian ditandai secara simbolik dengan pecah kendi, sebuah tradisi masyarakat setempat sebagai simbol keberkahan dan harapan baik. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat, khususnya para petani yang merasa diperhatikan secara langsung oleh pemimpinnya.
Dalam audiensi terbuka yang dilakukan setelah panen raya, Ibas juga menyempatkan diri mendengarkan langsung aspirasi dari para petani. Salah satu tokoh senior petani, Sumitro, yang telah menekuni budidaya tebu selama lebih dari 50 tahun, menyampaikan kegembiraannya atas perhatian besar dari pemerintah pusat terhadap sektor pertanian tebu. Ia juga menuturkan bahwa perwakilan petani dari wilayahnya pernah diterima langsung oleh Komisi IV DPR RI untuk menyampaikan aspirasi.
“Kami senang sekali karena ada perhatian nyata dari pusat, bahkan perwakilan kami pernah diterima langsung oleh Komisi IV. Kami juga mendukung penuh program swasembada pangan. Tapi kami mohon agar pemerintah juga memperhatikan harga gula dan molasses setelah panen. Sekarang ini harganya sangat rendah. Kami ingin ada kestabilan harga agar petani lebih sejahtera,” tutur Sumitro disambut tepuk tangan para petani lainnya.
Ibas menegaskan aspirasi para petani akan ia teruskan dan perjuangkan di tingkat pusat. “Saya dengarkan langsung dan saya catat. Kita akan perjuangkan bersama agar harga pasca panen juga dapat dijaga kestabilannya,” ujarnya.
Tak hanya itu, Ibas yang juga merupakan salah satu Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) ini menyuarakan pentingnya pengawalan terhadap program-program pemerintah yang menyasar sektor tebu.
“Kita sama-sama kawal program pemerintah untuk petani tebu seperti Program Manis untuk mempercepat swasembada gula. Anggaran khusus sektor tebu 1,6 triliun, replanting tebu, bongkar ratoon, dari Rp5.000 menjadi Rp17.000 per hektar, subsidi pupuk ZA, KUR khusus tebu. 100.000 hektar secara nasional. 70.000 hektar di Jawa Timur. Data di Madiun, 2.300 hektare sawah lahan, produksi tebu 176 ribu ton, 13 ribu ton kristal gula,” papar Ibas.
Ibas juga menekankan pentingnya memastikan ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau dan distribusi yang tepat waktu sebagai elemen penting dalam mendukung keberhasilan program swasembada gula.
Sebagai penutup, Ibas mengajak generasi muda untuk ikut terlibat dalam dunia pertanian dan tidak meninggalkan sektor ini hanya kepada orang tua. Menurutnya, pertanian adalah sektor masa depan yang membutuhkan sentuhan modernisasi dan semangat baru dari anak-anak muda Indonesia. “Pertanian harus semakin modern, produktif, dan mandiri,” pungkas Ibas dengan penuh semangat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPR Dapil Jatim VIII Guntur Sasono; Direktur Manajemen Risiko dan Legal PT Rajawali Nusantara Indonesia, Hidayat Safwan; Bupati Madiun, Hari Wuryanto; Komandan Kodim 0803/Madiun Letkol Kav. Widhi Bayu Sudibyo.
Termasuk Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara; Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Sumanto; serta jajaran perwakilan kelompok petani dan tamu undangan lainnya.
(cip)
Lihat Juga :