30 Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang Dilatih Kewirausahaan
Jum'at, 26 September 2025 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Sandi menyampaikan Program Perempuan Berdaya 2025 diselenggarakan dengan tujuan utama untuk mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial warga binaan perempuan melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi.
Dia menuturkan, pendekatan ini tidak hanya menyentuh aspek keterampilan teknis, tetapi juga pembangunan karakter dan kesiapan mental untuk menghadapi kehidupan pascabinaan, yakni memperoleh pekerjaan, bahkan menciptakan lapangan kerja.
“Lewat pelatihan ini kita berikan harapan dan semangat untuk masa depan yang lebih cerah ketika kembali bermasyarakat. Tidak hanya siap untuk kerja tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan.” ungkap Sandi.
Dia menjelaskan, semangat kesetaraan menjadi landasan utama YIS dalam menyelenggarakan program ini. Dirinya berharap para peserta mampu menanamkan semangat kesetaraan dan kemandirian dalam diri, sehingga setelah masa binaan selesai, mereka memiliki kesiapan mental dan keterampilan yang dapat membuka peluang baru.
“YIS dibangun atas nilai kesetaraan, memberikan kesempatan yang setara bagi semua orang, baik dalam pekerjaan, kontribusi, maupun pendidikan. Melalui program ini, kami ingin mewujudkan mimpi tersebut,” kata Sandiaga.
Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Second Chance Foundation (SCF) Evy Amir Syamsudin. Dirinya menegaskan komitmen SCF dalam pembinaan dan pemberdayaan warga binaan serta eks warga binaan. SCF percaya setiap individu layak mendapatkan kesempatan kedua untuk membangun hidup yang lebih baik.
"Secara konsisten, SCF menghadirkan program-program yang menjembatani proses rehabilitasi menuju reintegrasi, salah satunya melalui pelatihan keterampilan dan penguatan kapasitas kewirausahaan yang kontekstual dan aplikatif. Langkah ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s)," ujar Amir Evy.
Dia menuturkan, pendekatan ini tidak hanya menyentuh aspek keterampilan teknis, tetapi juga pembangunan karakter dan kesiapan mental untuk menghadapi kehidupan pascabinaan, yakni memperoleh pekerjaan, bahkan menciptakan lapangan kerja.
“Lewat pelatihan ini kita berikan harapan dan semangat untuk masa depan yang lebih cerah ketika kembali bermasyarakat. Tidak hanya siap untuk kerja tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan.” ungkap Sandi.
Dia menjelaskan, semangat kesetaraan menjadi landasan utama YIS dalam menyelenggarakan program ini. Dirinya berharap para peserta mampu menanamkan semangat kesetaraan dan kemandirian dalam diri, sehingga setelah masa binaan selesai, mereka memiliki kesiapan mental dan keterampilan yang dapat membuka peluang baru.
“YIS dibangun atas nilai kesetaraan, memberikan kesempatan yang setara bagi semua orang, baik dalam pekerjaan, kontribusi, maupun pendidikan. Melalui program ini, kami ingin mewujudkan mimpi tersebut,” kata Sandiaga.
Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Second Chance Foundation (SCF) Evy Amir Syamsudin. Dirinya menegaskan komitmen SCF dalam pembinaan dan pemberdayaan warga binaan serta eks warga binaan. SCF percaya setiap individu layak mendapatkan kesempatan kedua untuk membangun hidup yang lebih baik.
"Secara konsisten, SCF menghadirkan program-program yang menjembatani proses rehabilitasi menuju reintegrasi, salah satunya melalui pelatihan keterampilan dan penguatan kapasitas kewirausahaan yang kontekstual dan aplikatif. Langkah ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s)," ujar Amir Evy.
Lihat Juga :