30 Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang Dilatih Kewirausahaan
Jum'at, 26 September 2025 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Dalam program bersama YIS, terdapat sejumlah sasaran, di antaranya, membangun pola pikir kewirausahaan yang tangguh, berpikir kreatif, solutif, dan tidak mudah menyerah. Pendekatan ini diharapkan membantu peserta melihat peluang dalam keterbatasan.
Selain itu, pelatihan ini juga meningkatkan keterampilan teknis, seperti membuat produk kuliner, kerajinan tangan, atau jasa sederhana yang sesuai kebutuhan pasar. Para peserta juga dibekali pengetahuan manajemen usaha dasar, termasuk pencatatan keuangan sederhana, penghitungan harga pokok produksi (HPP), serta strategi promosi melalui media digital.
Peserta kemudian didorong untuk menyusun rencana usaha sederhana dan realistis yang dapat dijalankan secara individu maupun kelompok, baik selama masa binaan maupun setelah bebas. “Tak kalah penting, pengembangan kepercayaan diri dan jati diri positif menjadi bagian dari pembelajaran, untuk menghadapi tantangan dan stigma di tengah masyarakat,” jelasnya.
Plh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang Lidna Komala Dewi menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin. Dia menuturkan, pelatihan semacam ini menjadi bagian penting dalam sistem pemasyarakatan modern yang menekankan proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial.
“Melalui pendekatan pemberdayaan, Lapas berupaya membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik. Harapannya, mereka kelak dapat tumbuh, berkontribusi, dan kembali ke masyarakat sebagai individu yang mandiri,” pungkasnya.
Selain itu, pelatihan ini juga meningkatkan keterampilan teknis, seperti membuat produk kuliner, kerajinan tangan, atau jasa sederhana yang sesuai kebutuhan pasar. Para peserta juga dibekali pengetahuan manajemen usaha dasar, termasuk pencatatan keuangan sederhana, penghitungan harga pokok produksi (HPP), serta strategi promosi melalui media digital.
Peserta kemudian didorong untuk menyusun rencana usaha sederhana dan realistis yang dapat dijalankan secara individu maupun kelompok, baik selama masa binaan maupun setelah bebas. “Tak kalah penting, pengembangan kepercayaan diri dan jati diri positif menjadi bagian dari pembelajaran, untuk menghadapi tantangan dan stigma di tengah masyarakat,” jelasnya.
Plh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang Lidna Komala Dewi menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin. Dia menuturkan, pelatihan semacam ini menjadi bagian penting dalam sistem pemasyarakatan modern yang menekankan proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial.
“Melalui pendekatan pemberdayaan, Lapas berupaya membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik. Harapannya, mereka kelak dapat tumbuh, berkontribusi, dan kembali ke masyarakat sebagai individu yang mandiri,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :