UKU dan Cairin Bekali Milenial Palembang Soal Inovasi Fintech

loading...
UKU dan Cairin Bekali Milenial Palembang Soal Inovasi Fintech
CEO UKU, Tony Jackson (kanan).Foto/ist
PALEMBANG - Pemahaman masyarakat di Sumatera Selatan (Sumsel) tentang produk jasa keuangan pada 2019 meningkat dari 31,64 persen menjadi 40,05 persen.

Peningkatan tersebut berdasarkan survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2019 yang mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan di Sumsel. Survei serupa telah dilakukan OJK pada 2016 lalu.

Banyak pihak berupaya mencetak generasi sadar finansial di tengah pandemi global yang dialami banyak negara termasuk Indonesia. Termasuk platform fintech P2P lending terdaftar OJK, PT Technology Merlin Sejahtera (UKU) dan PT Idana Solusi Sejahtera (Cairin) dengan menyelenggarakan talkshow interaktif kepada 100 peserta mahasiswa Universitas Sriwijaya, Sabtu (12/9/2020).

Talkshow daring melalui aplikasi komunikasi video ini untuk mengenalkan industri fintech peer-to-peer lending serta pemahaman inovasi yang dilakukan fintech untuk mendukung finansial pada era new normal.



(Baca juga:Heboh, Warga Prabumulih Temukan Orang Bersimbah Darah di Warung)

CEO UKU, Tony Jackson berharap kehadiran fintech P2P lending mampu meningkatkan pengetahuan terkait layanan keuangan berbasis digital dan membuka akses finansial yang lebih luas untuk masyarakat Sumsel, khususnya Palembang.

Data yang telah diterima oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama (AFPI) terkait bisnis pinjaman fintech peer to peer (P2P) lending telah mencapai Rp 113,46 triliun hingga Juni 2020.



Berdasarkan data OJK yang dirilis Rabu (12/8/2020), nilai itu tumbuh 153,23% year on year (yoy) dari posisi yang sama tahun lalu hanya Rp 44,8 triliun. Hal ini membuktikan bahwa industri P2P lending turut mendorong dan menggerakkan perekonomian negara seiring dengan pertumbuhannya yang signifikan.

(Baca juga:Tidur Sekamar dengan Pria Lain, Istri Dokter di Pasuruan Digerebek Warga)

Senior Social Media Specialist Cairin, Sandy Sukma Prakoso menambahkan dengan adanya edukasi daring ini diharapkan masyarakat Sumsel, khususnya Palembang.

"Terutama generasi milenial dapat memanfaatkan layanan produk P2P lending untuk kebutuhan di era new normal dan tetap waspada terhadap fintech ilegal yang marak ditawarkan dengan bunga yang di atas ketentuan regulator,” ujar Sandy.

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 100 mahasiswa Universitas Sriwijaya ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi terkait akses finansial dan sikap bijak pengaturan keuangan sangat dibutuhkan oleh masyarakat Sumsel.
(msd)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top