Gernas Ayo Mondok Gelar Raker Perdana di Jakarta, Dorong Penguatan Ketahanan Pangan
Minggu, 07 September 2025 - 19:28 WIB
loading...
A
A
A
Pimpinan Ponpes Tremas di Pacitan, Jawa Timur ini menilai, pesantren tidak bisa lepas dari kehidupan sosial yang melingkupinya. Dengan kesadaran ini, Gernas Ayo Mondok bertekad menempatkan pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan sekaligus ruang pengabdian kepada masyarakat secara langsung.
“Kita tidak ingin autis. Kita harus mengerti tentang kondisi kita seperti apa. Pesantren itu kan inklusif dengan kehidupan masyarakat maka tidak boleh hampa dengan isu-isu di sekitarnya,” tandas Gus Luqman.
Sekretaris Jenderal Gernas Ayo Mondok KH M Zahrul Azhar As’ad menjelaskan, selain soal ketahanan pangan, Raker ke-1 Gernas Ayo Mondok rencananya juga akan merumuskan sejumlah rekomendasi baik ke internal organisasi maupun ke pemerintah. Langkah ini dilakukan agar Gernas Ayo Mondok semakin kuat secara kelembagaan sekaligus kehadirannya memberikan kemanfaatan yang besar kepada bangsa.
Baca juga: Perum Bulog Tegaskan Komitmen dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional
Menurut Gus Hans, panggilan akrabnya, pesantren adalah kekuatan besar bangsa Indonesia. Lembaga pendidikan keislaman ini telah berdiri sebelum Indonesia lahir. Selama ini, mayoritas pesantren juga dikelola secara mandiri sehingga tidak membebani anggaran negara.
“Kita tidak ingin autis. Kita harus mengerti tentang kondisi kita seperti apa. Pesantren itu kan inklusif dengan kehidupan masyarakat maka tidak boleh hampa dengan isu-isu di sekitarnya,” tandas Gus Luqman.
Sekretaris Jenderal Gernas Ayo Mondok KH M Zahrul Azhar As’ad menjelaskan, selain soal ketahanan pangan, Raker ke-1 Gernas Ayo Mondok rencananya juga akan merumuskan sejumlah rekomendasi baik ke internal organisasi maupun ke pemerintah. Langkah ini dilakukan agar Gernas Ayo Mondok semakin kuat secara kelembagaan sekaligus kehadirannya memberikan kemanfaatan yang besar kepada bangsa.
Baca juga: Perum Bulog Tegaskan Komitmen dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional
Menurut Gus Hans, panggilan akrabnya, pesantren adalah kekuatan besar bangsa Indonesia. Lembaga pendidikan keislaman ini telah berdiri sebelum Indonesia lahir. Selama ini, mayoritas pesantren juga dikelola secara mandiri sehingga tidak membebani anggaran negara.
Lihat Juga :