Kisah Penyamaran Jenderal Kopassus Sutiyoso saat Menyusup Sendirian ke Wilayah Musuh
Minggu, 07 September 2025 - 06:44 WIB
loading...
A
A
A
Di tengah malam yang dingin, ia hanya bisa menunggu seorang petani yang lewat, lalu memanggang jagung keras yang ia temui di sekitar lokasi. Setibanya di Atambua, ia melaporkan hasil pengamatannya yang sangat berharga.
Tapi misinya belum selesai. Sutiyoso kembali mendapat informasi penting mengenai Pasar Batugede, wilayah yang terletak di dekat perbatasan, tempat di mana orang Indonesia bisa masuk untuk berdagang dengan surat keterangan.
Meskipun perintah tidak mengizinkannya, Sutiyoso memutuskan untuk melanjutkan misi berbahaya ini sendiri.
Dengan menyamar sebagai kuli bangunan yang mengangkut barang-barang pedagang China, Sutiyoso menyelinap ke Batugede, sebuah tempat yang penuh dengan potensi bahaya.
Di sana, dia mengamati gerak-gerik tentara dan polisi Timor Portugis, sambil terus menyesuaikan diri dengan peran yang ia mainkan. Di luar dugaan, sebuah helikopter dari Dili mendarat, membawa polisi militer yang sedang memeriksa para pendatang.
Dengan penuh kewaspadaan, Sutiyoso mengamati dan menyembunyikan identitasnya. Beruntung bagi Sutiyoso, ia berhasil lolos tanpa dicurigai, berkat penyamarannya yang sempurna. Bahkan, rambut panjang yang ia pelihara semakin menambah kepercayaan dirinya untuk tampil sebagai kuli yang tak mencurigakan.
Dari penyusupan ini, Sutiyoso memperoleh informasi berharga tentang benteng Portugis, jenis senjata yang digunakan, dan taktik tentara Timor Portugis. Termasuk dari mana pintu masuk untuk menyerang Batugede jika suatu saat diperlukan. Data intelijen yang dikumpulkan Sutiyoso selanjutnya menjadi kunci dalam perencanaan strategioperasi militer.
Tapi misinya belum selesai. Sutiyoso kembali mendapat informasi penting mengenai Pasar Batugede, wilayah yang terletak di dekat perbatasan, tempat di mana orang Indonesia bisa masuk untuk berdagang dengan surat keterangan.
Meskipun perintah tidak mengizinkannya, Sutiyoso memutuskan untuk melanjutkan misi berbahaya ini sendiri.
Dengan menyamar sebagai kuli bangunan yang mengangkut barang-barang pedagang China, Sutiyoso menyelinap ke Batugede, sebuah tempat yang penuh dengan potensi bahaya.
Di sana, dia mengamati gerak-gerik tentara dan polisi Timor Portugis, sambil terus menyesuaikan diri dengan peran yang ia mainkan. Di luar dugaan, sebuah helikopter dari Dili mendarat, membawa polisi militer yang sedang memeriksa para pendatang.
Dengan penuh kewaspadaan, Sutiyoso mengamati dan menyembunyikan identitasnya. Beruntung bagi Sutiyoso, ia berhasil lolos tanpa dicurigai, berkat penyamarannya yang sempurna. Bahkan, rambut panjang yang ia pelihara semakin menambah kepercayaan dirinya untuk tampil sebagai kuli yang tak mencurigakan.
Dari penyusupan ini, Sutiyoso memperoleh informasi berharga tentang benteng Portugis, jenis senjata yang digunakan, dan taktik tentara Timor Portugis. Termasuk dari mana pintu masuk untuk menyerang Batugede jika suatu saat diperlukan. Data intelijen yang dikumpulkan Sutiyoso selanjutnya menjadi kunci dalam perencanaan strategioperasi militer.
(shf)
Lihat Juga :