alexametrics

137.000 Pemudik Pulang ke Wilayah Ciayumajakuning

loading...
137.000 Pemudik Pulang ke Wilayah Ciayumajakuning
Bupati Majalengka Karna Sobahi didampingi Wabup Tarsono bersama Muspida saat rapat dengan kepala daerah di wilayah Ciayumajakuning. Foto/Humas Tim Gugus Tugas percepatan penanganan COVID 19 Kabupaten Majalengka
A+ A-
MAJALENGKA - Sekitar 137.000 pemudik datang dari berbagai daerah wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan (Ciayumajakuning). Data tersebut terungkap saat pertemuan 5 kepala daerah di Ciayumajakujing di Pendopo Majalengka, Minggu (3/5/2020).

Dari jumlah keseluruhan itu, Kabupaten Kuningan tercatat sebagai daerah dengan jumlah pemudik paling banyak. Bupati Kuningan Acep Purnama mengatakan, pemudik yang sudah memasuki Kuningan diperkirakan mencapai angka 80.000 pemudik.

Di urutan ke dua, jumlah pemudik terbesar terjadi di Kabupaten Majalengka. Saat ini, lebih dari 30.000 pemudik masuk ke Kota Angin. (Baca juga; Jelang PSBB, Petugas Gabungan Lakukan Penyekatan di Exit Tol Palikanci)



Bupati Karna Sobahi menegaskan, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah guna memutus persebaran COVID 19 di daerah yang dipimpinnya itu. "Saat ini tercatat ada 32.000 pemudik asal Majalengka," jelasnya.

Di Kabupaten Indramayu, angka kedatangan pemudik diperkirakan sekitar 15.000. Dari jumlah tersebut, di antaranya berasal dari para TKI di berbagai negara.

"Kalau pemudik yang memasuki Kabupaten Indramayu sekitar 15.000. Di antaranya imigran yang bekerja di luar negeri, TKW," kata Bupati Indramayu Taufik Hidayat.

Sementara Kabupaten Cirebon, yang secara geografis cukup strategis untuk arus lalu lintas Jakarta ke sejumlah daerah di DIY, Jawa Tengah dan Jawa Timur, tercatat sebagai daerah dengan jumlah pemudik paling kecil di wilayah Ciayumajakuning.

Di daerah tersebut, Bupati Cirebon Imron mencatat ada sekitar 10.000 orang pemudik yang datang. Terkait asal pemudik, jelas dia, berasal baik dari beberapa daerah di dalam negeri maupun luar negeri.
(wib)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak