Edu-eco Agrowisata IOC Ubaya Batasi Kunjungan Wisatan

Jum'at, 11 September 2020 - 13:02 WIB
loading...
Edu-eco Agrowisata IOC...
Salah satu sudut Edu-eco Agrowisata de-Farm IOC. Foto/Ist
A A A
SURABAYA - Berbagai upaya dilakukan oleh pengelola tempat wisata untuk kembali bangkit di era tatanan baru. Seperti yang dilalukan oleh Edu-eco Agrowisata de-Farm IOC. Sempat terhenti karena Pandemi COVID-19 , wisata pendidikan alam yang berada di kompleks Kampus III Ubaya Training Center, Trawas ini mendesain ulang seluruh program wisata.

(Baca juga: Tangkap ASN Kemenhub Bawa Sabu, Petugas Avsec Raih Penghargaan )

Direktur Integrated Outdoor Campus (IOC) Ubaya Trawas, Joniarto Parung mengatakan, tahun terakhir ini pihaknya memfokuskan pada pemanfaatan lahan untuk sayur organik dan persiapan menerima kedatangan pengunjung pembelajar mandiri di lokasi wisata de-Farm IOC Trawas Ubaya .

De-Farm IOC Trawas Ubaya , lanjutnya merupakan lokasi pelatihan karakter, konservasi alam dan pertanian serta peternakan yang ramai dikunjungi oleh siswa, mahasiswa, karyawan perusahaan dan keluarga yang ingin mengajak anggota keluarganya belajar bersama di alam.

Namun sejak pertengahan Maret 2020 sampai akhir Juni 2020 kehilangan pengunjung. Memasuki era adaptasi kebiasaan baru, perlu melakukan adaptasi agar dapat kembali menerima pengunjung supaya mendapatkan penghasilan dari kegiatan di Edu-eco Agrowisata de-Farm IOC Trawas Ubaya tanpa mengabaikan protokol kesehatan.

(Baca juga: Aniaya Teman Sendiri Pakai Parang, Deky Dibekuk Tim Maleo )

"Dulu sebelum pandemi COVID-19 , kedatangan pengunjung ke lokasi Edu-eco Agrowisata de-Farm IOC Trawas Ubaya mayoritas dalam kelompok atau rombongan dengan didampingi dosen dan staf sebagai trainer atau quide. Sekarang, direncanakan hanya untuk kunjungan perorangan atau keluarga. Itupun tanpa pelatih pendamping dan hanya untuk berwisata menikmati pemandangan sambil belajar. Pengunjung belajar mandiri melalui papan informasi," katanya.

Tahapan redesain yang dilakukan tim Ubaya dengan memanfaatkan dana hibah Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus dari Kementerian Riset/Badan Riset dan Inovasi Nasional dilakukan dalam 4 tahap. (Baca juga: Bandung Barat Ekspor 16 Ribu Petak Keramba ke Maladewa )

Pertama discover, yakni dengan mencari alternatif model penawaran paket secara tepat yang memugkinkan pengunjung tidak saling berinteraksi mengingat pemberlakukan protokol kesehatan. Kedua define, menganalisis setiap alternatif secara detail dengan mengkaitkan kondisi nyata yang dimiliki oleh de-Farm IOC Trawas Ubaya .

Dengan memanfaatkan lahan yang belum termanfaatkan secara optimal untuk ditanami sayuran organik serta membuka lokasi Edu-eco Agrowisata de-Farm IOC Trawas Ubaya untuk kunjungan perorangan atau keluarga tanpa pelatihan, merupakan dua alternatif yang paling memungkinkan untuk dijalankan.

Tahap selanjutnya adalah develop. Tahap ini tim yang beranggotakan dua dosen yaitu Gunawan dan Ida Bagus Made Artadana serta melibatkan enam mahasiswa Ubaya, menciptakan pengembangan program hingga melakukan simulasi dan evaluasi seperti pada tanaman sayur organik. Pada tahap ini pula dikembangkan sistem penyampaian informasi yang efektif kepada calon pengunjung, yang diawali dengan penetapan target pasar utama.

(Baca juga: Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat Terancam Dipecat )

Selain itu, sudah disiapkan fasilitas yang dapat mendukung kebahagiaan pengunjung, diantaranya penyediaan tempat foto selfie. Kemudian tahap terakhir adalah deliver, dengan membuat time schedule untuk mengeksekusi kedua alternatif yang feasible.

Joni menambahkan, upaya redesign Edu-eco Agrowisata de-Farm IOC Trawas Ubaya melalui dana hibah PPUPIK tahun ke III ini, pada akhir September 2020 dibuka kembali untuk kunjungan perorangan atau keluarga.

"Mengingat secara natural, redesign sudah menyatu dengan alam. Sehingga mudah beradaptasi dengan kebiasaan baru pandemi COVID-19 seperti penyiapan program yang memberi keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung langsung ke destinasi di alam terbuka," tandasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiket Museum Nasional...
Tiket Museum Nasional Indonesia Naik 2 Kali Lipat, Turunkan Minat Pengunjung
Santri Pesantren Teknologi...
Santri Pesantren Teknologi Majapahit Juara 1 JYCC 2025, Temukan Inovasi Deteksi Autisme
Pentas Seni Bregada...
Pentas Seni Bregada Prajurit Nusantara Berpotensi Tingkatkan Kunjungan Wisatawan
Situs Gunung Padang...
Situs Gunung Padang di Cianjur Dinilai Layak Dikembangkan untuk Kesejahteraan Warga
Libur Panjang, Kendaraan...
Libur Panjang, Kendaraan Mengular di Jalur Puncak Bogor
KCIC Catat Jumlah Wisatawan...
KCIC Catat Jumlah Wisatawan Gunakan Whoosh Meningkat
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Bukit Peramun Bidik...
Bukit Peramun Bidik Pasar Wisatawan Singapura dan Malaysia
DPR Minta Menteri Pariwisata...
DPR Minta Menteri Pariwisata Bangun Konektivitas Udara untuk Dongkrak Wisatawan
Rekomendasi
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Hadir di Jakarta Fair...
Hadir di Jakarta Fair 2026, KARA Rayakan Kekayaan Rasa Kelapa Lintas Generasi
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Berita Terkini
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
Infografis
Batasi Konsumsinya,...
Batasi Konsumsinya, Berikut 5 Suplemen yang Bisa Merusak Ginjal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved