BINUS University Gelar Forum Ilmiah Bahas Sinergi dan Ketahanan Global
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 17:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: BINUS University Komitmen Cetak Sineas Muda Unggul
Chair of Organizing Committee Hilda Farida mengatakan, selama ini ICOBAR memang dilaksanakan secara internasional. Namun, tahun ini kami pihaknya ingin go beyond dengan bermitra dengan I-4. "Ini menggabungkan tidak hanya peneliti dan pemikir terbaik dari BINUS, tapi juga para pakar tanah air yang berkarir di universitas-universitas ternama di seluruh dunia. Di acara, kami bersama sama menghadirkan profesor, presenter dari lebih dari 20 negara, seperti Harvard Medical School, The University of Tokyo, Constructor University Bremen, University of Otago, Universitas Indonesia, serta universitas-universitas lainnya."
Tema "Global Synergy for Biospheric Resilience" menegaskan pentingnya kerja sama lintas batas dalam mengatasi tantangan lingkungan yang semakin kompleks, termasuk perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan krisis sumber daya alam. Melalui forum ini, BINUS University dan I-4 berharap dapat memperkuat kontribusi Indonesia terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (SDGs) melalui pendekatan ilmiah yang kolaboratif dan berbasis solusi.
"Kolaborasi ini menunjukkan komitmen BINUS dalam membangun sinergi global yang berdampak bagi keberlanjutan bumi. Melalui ICOBAR-FIDI Joint Scientific Forum, kami turut mewujudkan Visi BINUS 2035 yang menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat dan kontribusi riset untuk membangun dan melayani bangsa," ujar Rektor BINUS University Nelly.
I-4 sebagai organisasi ilmuwan Indonesia di luar negeri memiliki visi untuk menjembatani kolaborasi pengetahuan antara diaspora dan institusi dalam negeri. Dalam forum ini, peran strategis I-4 memperluas jangkauan kerja sama penelitian serta membuka ruang pertukaran ilmu lintas disiplin dan lintas negara.
Chair of Organizing Committee Hilda Farida mengatakan, selama ini ICOBAR memang dilaksanakan secara internasional. Namun, tahun ini kami pihaknya ingin go beyond dengan bermitra dengan I-4. "Ini menggabungkan tidak hanya peneliti dan pemikir terbaik dari BINUS, tapi juga para pakar tanah air yang berkarir di universitas-universitas ternama di seluruh dunia. Di acara, kami bersama sama menghadirkan profesor, presenter dari lebih dari 20 negara, seperti Harvard Medical School, The University of Tokyo, Constructor University Bremen, University of Otago, Universitas Indonesia, serta universitas-universitas lainnya."
Tema "Global Synergy for Biospheric Resilience" menegaskan pentingnya kerja sama lintas batas dalam mengatasi tantangan lingkungan yang semakin kompleks, termasuk perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan krisis sumber daya alam. Melalui forum ini, BINUS University dan I-4 berharap dapat memperkuat kontribusi Indonesia terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (SDGs) melalui pendekatan ilmiah yang kolaboratif dan berbasis solusi.
"Kolaborasi ini menunjukkan komitmen BINUS dalam membangun sinergi global yang berdampak bagi keberlanjutan bumi. Melalui ICOBAR-FIDI Joint Scientific Forum, kami turut mewujudkan Visi BINUS 2035 yang menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat dan kontribusi riset untuk membangun dan melayani bangsa," ujar Rektor BINUS University Nelly.
I-4 sebagai organisasi ilmuwan Indonesia di luar negeri memiliki visi untuk menjembatani kolaborasi pengetahuan antara diaspora dan institusi dalam negeri. Dalam forum ini, peran strategis I-4 memperluas jangkauan kerja sama penelitian serta membuka ruang pertukaran ilmu lintas disiplin dan lintas negara.
Lihat Juga :