MCCC Surabaya Minta KPU Umumkan Hasil Tes Swab Dua Bapaslon
Jum'at, 11 September 2020 - 01:29 WIB
loading...
Foto ilustrsi
A
A
A
SURABAYA - Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) Surabaya meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya segera mengumumkan hasil swab dua bakal pasangan calon (bapaslon) wali kota Surabaya secara terbuka dan transparan.
Beberapa waktu yang lalu dua pasangan bakal calon wali kota Surabaya, Machfud Arifin-Mujiaman dan Eri Cahyadi- Armuji melakukan tes swab COVID-19 oleh KPU Surabaya di RSUD Soetomo. Keterbukaan ini penting karena menyangkut keselamatan dari beberapa masyarakat yang sebelumnya berinteraksi dengan bakal calon tersebut.
Jika positif COVID-19, diminta agar menyampaikan beberapa kegiatan sebelumnya. Sehingga dinas kesehatan atau pihak rumah sakit bisa mengadakan tracing," kata Ketua MCCC Kota Surabaya, M Arif An, Kamis (10/9/2020). (Baca: Tes Kesehatan Machfud Arifin-Mujiaman Ditunda, PDIP Minta KPU Transparan)
Arif An menambahkan, Pilwali Surabaya sangat penting. Namun yang lebih penting adalah keselamatan jiwa masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan mengawal proses elektoral di Surabaya apakah sesuai dengan protokol kesehatan atau tidak.
"Kami juga menyayangkan dalam proses pendaftaran di KPU kedua pasangan bakal calon tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Sehingga kerumunan massa tidak terhindarkan," terangnya.
Beberapa waktu yang lalu dua pasangan bakal calon wali kota Surabaya, Machfud Arifin-Mujiaman dan Eri Cahyadi- Armuji melakukan tes swab COVID-19 oleh KPU Surabaya di RSUD Soetomo. Keterbukaan ini penting karena menyangkut keselamatan dari beberapa masyarakat yang sebelumnya berinteraksi dengan bakal calon tersebut.
Jika positif COVID-19, diminta agar menyampaikan beberapa kegiatan sebelumnya. Sehingga dinas kesehatan atau pihak rumah sakit bisa mengadakan tracing," kata Ketua MCCC Kota Surabaya, M Arif An, Kamis (10/9/2020). (Baca: Tes Kesehatan Machfud Arifin-Mujiaman Ditunda, PDIP Minta KPU Transparan)
Arif An menambahkan, Pilwali Surabaya sangat penting. Namun yang lebih penting adalah keselamatan jiwa masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan mengawal proses elektoral di Surabaya apakah sesuai dengan protokol kesehatan atau tidak.
"Kami juga menyayangkan dalam proses pendaftaran di KPU kedua pasangan bakal calon tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Sehingga kerumunan massa tidak terhindarkan," terangnya.
Lihat Juga :