10 Fakta Misteri Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru, Nomor 5 Perlu Ditelusuri Polisi
Rabu, 30 Juli 2025 - 11:07 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, terdapat memar di kelopak mata kiri, bibir bawah, serta di lengan atas dan bawah kanan. "Masing-masing, 1 memar kelopak atas mata kiri, 1 memar juga pada bibir bawah dalam, 2 buah lengan atas kanan, dan 2 buah memar lengan bawah kanan," jelasnya.
"Maka sebab mati almarhum akibat gangguan pertukaran oksigen pada saluran napas atas yang menyebabkan mati lemas," kata Yoga.
Tim toksikologi menerima sampel biologis dari jenazah Arya Daru pada 10 Juli 2025 yang meliputi organ penting seperti otak, hati, ginjal, darah, lambung, dan urine. Dalam pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan senyawa beracun seperti sianida, arsenik, alkohol, atau narkoba. Hasilnya menunjukkan bahwa paracetamol ditemukan di otak, ginjal, dan urine.
Sedangkan chlorpheniramine terdeteksi di hampir seluruh organ yang diperiksa, termasuk empedu, limpa, hati, darah, dan lambung. Menurut Puslabfor Bareskrim Polri AKP Ade Laksono, tidak ada tanda-tanda senyawa berbahaya dalam tubuh Arya Daru. Namun, keberadaan dua jenis obat tersebut menunjukkan bahwa pria 39 tahun itu mengonsumsi obat flu sebelum meninggal dunia.
"Setelah dilakukan rangkaian sampel didapatkan hasil sebagai berikut, seluruh organ dan cairan tubuh almarhum ADP (Arya Daru Pangayunan) tidak ditemukan senyawa toksin. Seperti pestisida, sianida, arsenik, alkohol, maupun narkoba," kata Ade di Polda Metro Jaya.
"Pada otak ditemukan atau terdeteksi paracetamol, empedu terdeteksi chlorpheniramine, limfa terdeteksi chlorpheniramine, hati terdeteksi chlorpheniramine, ginjal terdeteksi paracetamol, dan chlorpheniramine, lambung terdeteksi chlorpheniramine, darah terdeteksi chlorpheniramine, urine terdeteksi paracetamol dan chlorpheniramine," lanjutnya.
“Sementara kami tetap akan menerima masukan apabila ada informasi, kami tetap tampung. Sementara belum (di-SP3),” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra di Polda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025).
Menurut dia, hasilnya baik dari aspek psikologis maupun investigatif tidak ditemukan adanya indikasi keterlibatan pihak lain. “Indikator kuat bahwa kematian ADP mengarah pada indikasi meninggal tanpa keterlibatan pihak lain,” ujarnya.
Kakak ipar Arya Daru, Meta Bagus menyampaikan bahwa selama ini Arya Daru dikenal sebagai sosok pribadi yang baik. Sehingga, dia sangat meyakini adiknya tidak mungkin memiliki pikiran buruk bahkan sampai nekat mengakhiri hidupnya.
"Kalau mengenai keyakinan itu, kan kami berkeyakinan bahwa sepanjang hidupnya itu almarhum baik dengan kita, itu yang bisa saya sampaikan," katanya ditemui Banguntapan, Bantul, Selasa (29/7/2025).
Namun, pihak keluarga enggan berspekulasi terlalu jauh apakah ada peristiwa pembunuhan yang belum terungkap di belakang kasus ini. Hanya saja, keluarga berharap kepolisian terus melanjutkan penyelidikan sehingga kasus ini bisa terungkap secara terang benderang.
"Karena tadi dari Dirreskrimum juga menyampaikan bahwa ini belum tuntas. Nah, berarti masih ada hal-hal yang perlu didalami lagi oleh beliau-beliau para penyidik. Nah, itu nanti kita tunggu bersama bagaimana hasil terbarunya," tuturnya.
Saat ini, keluarga masih fokus menjaga dan mengembalikan mental istri dan anak-anak almarhum yang masih terpukul akibat musibah ini.
"Maka sebab mati almarhum akibat gangguan pertukaran oksigen pada saluran napas atas yang menyebabkan mati lemas," kata Yoga.
8. Tak Ditemukan Senyawa Toksin
Hasil uji toksikologi terhadap jenazah Arya Daru mengungkap adanya kandungan dua zat aktif yang umum ditemukan dalam obat flu, yakni paracetamol dan chlorpheniramine. Temuan ini disampaikan oleh tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri usai menganalisis berbagai sampel organ dan cairan tubuh almarhum.Tim toksikologi menerima sampel biologis dari jenazah Arya Daru pada 10 Juli 2025 yang meliputi organ penting seperti otak, hati, ginjal, darah, lambung, dan urine. Dalam pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan senyawa beracun seperti sianida, arsenik, alkohol, atau narkoba. Hasilnya menunjukkan bahwa paracetamol ditemukan di otak, ginjal, dan urine.
Sedangkan chlorpheniramine terdeteksi di hampir seluruh organ yang diperiksa, termasuk empedu, limpa, hati, darah, dan lambung. Menurut Puslabfor Bareskrim Polri AKP Ade Laksono, tidak ada tanda-tanda senyawa berbahaya dalam tubuh Arya Daru. Namun, keberadaan dua jenis obat tersebut menunjukkan bahwa pria 39 tahun itu mengonsumsi obat flu sebelum meninggal dunia.
"Setelah dilakukan rangkaian sampel didapatkan hasil sebagai berikut, seluruh organ dan cairan tubuh almarhum ADP (Arya Daru Pangayunan) tidak ditemukan senyawa toksin. Seperti pestisida, sianida, arsenik, alkohol, maupun narkoba," kata Ade di Polda Metro Jaya.
"Pada otak ditemukan atau terdeteksi paracetamol, empedu terdeteksi chlorpheniramine, limfa terdeteksi chlorpheniramine, hati terdeteksi chlorpheniramine, ginjal terdeteksi paracetamol, dan chlorpheniramine, lambung terdeteksi chlorpheniramine, darah terdeteksi chlorpheniramine, urine terdeteksi paracetamol dan chlorpheniramine," lanjutnya.
9. Kasus ADP Tak Dihentikan
Polda Metro Jaya menyatakan kasus tewasnya ADP tak dihentikan atau SP3, meskipun tidak ditemukan tindak pidana. Polisi masih akan tetap menampung segala informasi dari masyarakat.“Sementara kami tetap akan menerima masukan apabila ada informasi, kami tetap tampung. Sementara belum (di-SP3),” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra di Polda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025).
Menurut dia, hasilnya baik dari aspek psikologis maupun investigatif tidak ditemukan adanya indikasi keterlibatan pihak lain. “Indikator kuat bahwa kematian ADP mengarah pada indikasi meninggal tanpa keterlibatan pihak lain,” ujarnya.
10. Keluarga Tak Yakin ADP Bunuh Diri
Keluarga almarhum ADP memberikan pandangan berbeda terkait hasil penyelidikan Polda Metro Jaya yang telah diungkap ke publik. Berbeda dengan kesimpulan polisi, pihak keluarga meyakini Arya Daru tewas bukan karena bunuh diri.Kakak ipar Arya Daru, Meta Bagus menyampaikan bahwa selama ini Arya Daru dikenal sebagai sosok pribadi yang baik. Sehingga, dia sangat meyakini adiknya tidak mungkin memiliki pikiran buruk bahkan sampai nekat mengakhiri hidupnya.
"Kalau mengenai keyakinan itu, kan kami berkeyakinan bahwa sepanjang hidupnya itu almarhum baik dengan kita, itu yang bisa saya sampaikan," katanya ditemui Banguntapan, Bantul, Selasa (29/7/2025).
Namun, pihak keluarga enggan berspekulasi terlalu jauh apakah ada peristiwa pembunuhan yang belum terungkap di belakang kasus ini. Hanya saja, keluarga berharap kepolisian terus melanjutkan penyelidikan sehingga kasus ini bisa terungkap secara terang benderang.
"Karena tadi dari Dirreskrimum juga menyampaikan bahwa ini belum tuntas. Nah, berarti masih ada hal-hal yang perlu didalami lagi oleh beliau-beliau para penyidik. Nah, itu nanti kita tunggu bersama bagaimana hasil terbarunya," tuturnya.
Saat ini, keluarga masih fokus menjaga dan mengembalikan mental istri dan anak-anak almarhum yang masih terpukul akibat musibah ini.
(jon)
Lihat Juga :