Bandung Dikepung Kemacetan, Pemkot Jajaki Teknologi ATCS
Rabu, 23 Juli 2025 - 20:47 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Hujan Berjam-jam, Simpang Gedebage Bandung Banjir Macet Parah Tak Terelakkan
Sistem ATCS, tutur Wali Kota, telah tersedia, namun belum sepenuhnya berfungsi secara otomatis karena keterbatasan data pendukung.
“Alatnya sudah siap untuk otomatis. Tapi data durasi lampu hijau dan merah yang disesuaikan dengan waktu dan hari itu belum punya. Kita perlu big data dari perusahaan," tutur Wali Kota.
Saat ini, kata Farhan, Pemkot Bandung sedang mencari skema kerja sama dengan pihak penyedia data untuk memanfaatkan data pergerakan Global Positioning System (GPS) sebagai acuan pengaturan lalu lintas lebih presisi.
Farhan menegaskan, solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan Kota Bandung adalah penerapan konsep smart city secara nyata.
“Saatnya Bandung jadi smart beneran. Alat-alat canggih sudah ada, tinggal dimanfaatkan dan didukung dengan data akurat,” tegas Farhan.
Wali Kota menyinggung banyak infrastruktur teknologi tersedia sejak lama, namun belum digunakan secara optimal karena keterbatasan integrasi data.
“Selama ini kan masih manual. Harusnya bisa otomatis. Apalagi sekarang semua sudah serba digital," ujarnya.
Sistem ATCS, tutur Wali Kota, telah tersedia, namun belum sepenuhnya berfungsi secara otomatis karena keterbatasan data pendukung.
“Alatnya sudah siap untuk otomatis. Tapi data durasi lampu hijau dan merah yang disesuaikan dengan waktu dan hari itu belum punya. Kita perlu big data dari perusahaan," tutur Wali Kota.
Saat ini, kata Farhan, Pemkot Bandung sedang mencari skema kerja sama dengan pihak penyedia data untuk memanfaatkan data pergerakan Global Positioning System (GPS) sebagai acuan pengaturan lalu lintas lebih presisi.
Farhan menegaskan, solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan Kota Bandung adalah penerapan konsep smart city secara nyata.
“Saatnya Bandung jadi smart beneran. Alat-alat canggih sudah ada, tinggal dimanfaatkan dan didukung dengan data akurat,” tegas Farhan.
Wali Kota menyinggung banyak infrastruktur teknologi tersedia sejak lama, namun belum digunakan secara optimal karena keterbatasan integrasi data.
“Selama ini kan masih manual. Harusnya bisa otomatis. Apalagi sekarang semua sudah serba digital," ujarnya.
Lihat Juga :