Perjuangkan Gaji Suami, Ibu-ibu dan Anaknya Tidur di Perusahaan Sawit
Rabu, 09 September 2020 - 20:32 WIB
loading...
Puluhan ibu dan anaknya menginap di kantor perusahaan sawit untuk memperjuangkan gaji suami mereka yang belum dibayar perusahaan.
A
A
A
BATURAJA - Puluhan ibu dan anak-anaknya rela tidur di kantor PT Minanga Ogan di Desa Lubuk Batang Ogan Komering Ulu ( OKU ), Rabu (9/9/2020). Mereka berjuang untuk mendapatkan upah suami mereka yang belum dibayar perusahaan sawit ini.
Mereka membawa peralatan tidur seperti bantal, tikar dan selimut. "Sebelum hak suami kami dibayar kami tetap akan di sini. Kami mau makan apa," teriak ibu-ibu.
Ibu-ibu ini totalitas berjuang karena uang gaji dan tunjangan serta THR tahun lalu tak kunjung dibayarkan perusahaan. Kekesalan mereka terjadi sejak kemarin hingga malam ini. Perusahaan tak bisa memberikan solusi terhadap tuntutan mereka.
Salah satu pekerja PT Minanga Ogan, Tan mengaku upah yang belum mereka terima meliputi THR 2019 baru 50 persen diberikan. Tunjangan beras, uang BBM, token listrik dari 2017 juga belum dibayarkan.
Selain itu BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan dua tahun lebih serta uang pensiun. "Bahkan uang koperasi karyawan Minanga Ogan 1'5 milyar dipakai pihak manajemen harus dikembalikan," tegas Tan.
Mereka membawa peralatan tidur seperti bantal, tikar dan selimut. "Sebelum hak suami kami dibayar kami tetap akan di sini. Kami mau makan apa," teriak ibu-ibu.
Ibu-ibu ini totalitas berjuang karena uang gaji dan tunjangan serta THR tahun lalu tak kunjung dibayarkan perusahaan. Kekesalan mereka terjadi sejak kemarin hingga malam ini. Perusahaan tak bisa memberikan solusi terhadap tuntutan mereka.
Salah satu pekerja PT Minanga Ogan, Tan mengaku upah yang belum mereka terima meliputi THR 2019 baru 50 persen diberikan. Tunjangan beras, uang BBM, token listrik dari 2017 juga belum dibayarkan.
Selain itu BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan dua tahun lebih serta uang pensiun. "Bahkan uang koperasi karyawan Minanga Ogan 1'5 milyar dipakai pihak manajemen harus dikembalikan," tegas Tan.
Lihat Juga :