Gerindra Desak Ketua Bawaslu Sarmi Dinonaktifkan karena Tidak Profesional
Kamis, 17 Juli 2025 - 07:02 WIB
loading...
Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sarmi, Rafel Werbabkay Sembor mendesak Bawaslu Provinsi Papua untuk menonaktifkan Ketua Bawaslu Kabupaten Sarmi, Obet Cawer. Foto/Ist
A
A
A
SARMI - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Sarmi mendesak Bawaslu Provinsi Papua untuk menonaktifkan Ketua Bawaslu Kabupaten Sarmi, Obet Cawer. Desakan ini mencuat seiring keputusan Bawaslu Sarmi yang menghentikan penyelidikan atas dugaan pencatutan simbol partai dalam tahapan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua.
Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sarmi, Rafel Werbabkay Sembor, menilai langkah Bawaslu tersebut janggal dan mencederai prinsip dasar pengawasan pemilu yang objektif dan imparsial.
Baca juga: KPU Apresiasi Putusan MK Pisahkan Pelaksanaan Pemilu Nasional dan Lokal
"Para pelaku dalam laporan kami tidak pernah dimintai klarifikasi. Bukti foto ada, tindakan mereka juga terang benderang. Namun, Bawaslu justru buru-buru menghentikan kasus. Ini cacat prosedur," ujar di Sarmi Papua, Kamis (17/7/2025).
Laporan yang dimaksud terkait sekelompok orang yang berfoto di depan baliho besar Partai Gerindra sambil mengacungkan jari satu, yang merupakan simbol dukungan terhadap pasangan calon nomor urut 01, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma.
Padahal Partai Gerindra secara resmi menyatakan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 02, Mathius Fakhiri dan Aryoko Rumaropen.
Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sarmi, Rafel Werbabkay Sembor, menilai langkah Bawaslu tersebut janggal dan mencederai prinsip dasar pengawasan pemilu yang objektif dan imparsial.
Baca juga: KPU Apresiasi Putusan MK Pisahkan Pelaksanaan Pemilu Nasional dan Lokal
"Para pelaku dalam laporan kami tidak pernah dimintai klarifikasi. Bukti foto ada, tindakan mereka juga terang benderang. Namun, Bawaslu justru buru-buru menghentikan kasus. Ini cacat prosedur," ujar di Sarmi Papua, Kamis (17/7/2025).
Laporan yang dimaksud terkait sekelompok orang yang berfoto di depan baliho besar Partai Gerindra sambil mengacungkan jari satu, yang merupakan simbol dukungan terhadap pasangan calon nomor urut 01, Benhur Tomi Mano dan Constant Karma.
Padahal Partai Gerindra secara resmi menyatakan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 02, Mathius Fakhiri dan Aryoko Rumaropen.
Lihat Juga :