Masa Belajar di Rumah Diperpanjang Hingga 19 September

Rabu, 09 September 2020 - 07:50 WIB
loading...
Masa Belajar di Rumah...
Masa belajar dari rumah pada satuan pendidikan di Sulsel kembali diperpanjang. Kendati begitu, tiap sekolah tetap diberikan kesempatan untuk memulai pembelajaran tatap muka. Foto : SINDOnews/Doc
A A A
MAKASSAR - Masa belajar dari rumah pada satuan pendidikan di Sulsel kembali diperpanjang. Kendati begitu, tiap sekolah tetap diberikan kesempatan untuk memulai pembelajaran tatap muka. Baca : Belajar dari Rumah Diperpanjang Hingga 22 Agustus, Gubernur : Tapi Fleksibel

Hal ini berdasarkan surat edaran yang diteken Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah . Dalam surat edaran bernomor: 443.2/5637/Disdik itu masa belajar di rumah untuk semua jenjang pendidikan di Sulsel kembali diperpanjang mulai tanggal 7 hingga 19 September mendatang.

Sekretaris Disdik Sulsel, Hery Sumiharto menuturkan, meskipun masa belajar di rumah masih diberlakukan, namun pembelajaran tatap muka bisa dimungkinkan di masa pandemi. Hal itu jika sekolah telah melakukan persiapan utamanya dari sisi penyiapan infrastruktur sekolah.

Hal ini sesuai pada salah satu poin yang ditekankan dalam surat edaran perpanjangan masa belajar tersebut. Dimana aturan itu bersifat fleksibel, dan akan mengikuti situasi, kondisi, dan kesiapan daerah untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

"Pak gubernur juga kan ini inginkan persoalan mulai dari satuan pendidikan yang mengusulkan kalau mau memulai pembelajaran tatap muka, bukan kita lagi yang mengharuskan," papar Hery kepada SINDOnews, kemarin.

Menurut Hery, skenario sekolah tatap muka sangat tergantung dari kesiapan sekolah di tiap daerah. Selain penyiapan infrastruktur protokol kesehatan, izin dari orang tua (orang tua) juga ditekankan menjadi salah satu syarat yang mesti dipenuhi sekolah. Baca Juga : Pembelajaran Tatap Muka Dimulai, Bupati Lutra Minta Prokes Dipatuhi

"Memang ada beberapa sekolah di kabupaten yang mengusulkan (sekolah tatap muka). Cuma kan kita kembali ingatkan, sampai sejauh mana persiapan satuan pendidikan terkait itu semua. Utamanya harus ada izin orang tua siswa. Disamping siapkan prasarana, dan sosialisasi," paparnya.

Dia melanjutkan, kalaupun sekolah sudah mempersiapkan sarana dan prasarana protokol kesehatan, pihaknya tetap akan melakukan verifikasi ke sekolah berdangkutan sebelum memberikan rekomendasi tatap muka. Verifikasi kesiapan sekolah turut mempertimbangkan dari sisi epidemiologisnya.

"Disamping sekolah mempersiapkan diri sendiri dibantu cabang dinas, kita juga akan memantau mengevaluasi kesiapan mereka. Ini harus menjadi keinginan-keinginan kita untuk dilengkapi dan dilakukan oleh sekolah," urai Hery.

Hingga saat ini, kata dia, belum ada sekolah yang diberikan rekomendasi untuk memulai sekolah tatap muka. Diapun meminta, tiap sekolah memenuhi semua kriteria yang sudah ditetapkan sebelumnya sebelum memulai pembelajaran di kelas di tengah pandemi.

"Belum (ada yang diberikan rekomendasi). Karena begitu mereka (sekolah) disuruh bermohon mengajukan, kepala sekolah juga agaknya khawatir. Makanya kita tetap meminta pastikan betul kesiapan sekolah," tegas Hery.

Sebelumnya Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah mengaku, kesiapan pembelajaran tatap muka bergantung sepenuhnya di tiap sekolah. Jika tiap kepala sekolah sudah menjamin penyiapan protokol kesehatan secara ketat, bukan tidak mungkin pelaksanaan belajar mengajar di kelas bisa dimulai kembali.

"Saya mau sampaikan, jangan selalu itu keputusan gubernur, keputusan bupati/walikota. Harusnya dari bawah. Jadi kepala sekolah itu mengecek kesiapan. Baru dilaporkan bahwa sekolah kami udah siap untuk tatap muka demgan protokol kesehatan," tandas Nurdin. Baca Lagi : Gubernur Beri Peluang, Sekolah Tatap Muka Boleh Dilakukan
(sri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemprov Sulsel: Pengalaman...
Pemprov Sulsel: Pengalaman Luas di Birokrasi Jadi Modal Berharga Abdul Hayat Gani Nakhodai DPW Perindo
MDA-Polda Sulsel Kerja...
MDA-Polda Sulsel Kerja Sama Perkuat Pengamanan dan Penegakan Hukum
Sulsel - Papua Barat...
Sulsel - Papua Barat Daya Sepakati Kerja Sama Pembangunan, Industri, dan Perdagangan
Ikut Mudik Gratis, Ratusan...
Ikut Mudik Gratis, Ratusan Warga Sulsel Dapat Paket Sembako
Waspada! Nama Pj Gubernur...
Waspada! Nama Pj Gubernur Sulsel Dicatut Bantuan Hibah Masjid
Jelang Pemilu 2024,...
Jelang Pemilu 2024, Dzikir dan Doa Kebangsaan Digelar di Sulsel
Enam Tahun Beroperasi,...
Enam Tahun Beroperasi, Hotel Bintang Tiga Aset Pemprov Sulsel Kini Dikelola Swasta
Apdesi Dukung Program...
Apdesi Dukung Program Budidaya Pisang Pemprov Sulsel
KTT ASEAN 4-7 September,...
KTT ASEAN 4-7 September, Pelajar di Jaksel dan Jakpus Belajar dari Rumah
Rekomendasi
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Harley-Davidson Berusia...
Harley-Davidson Berusia Hampir 100 Tahun Dimodifikasi Jadi Motor Hybrid
Berita Terkini
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
Peringatan Dini Tsunami...
Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Kaltim Pasca Gempa M7,7
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved