BNPT Apresiasi Sukabumi Jadi Kota Toleran Pertama di Jawa Barat
Sabtu, 14 Juni 2025 - 15:31 WIB
loading...
A
A
A
“Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus bergerak, bukan sekadar diam menikmati status. Kita berharap Sukabumi bisa menjadi inspirasi bagi kota-kota lainnya,” tambahnya.
Sudaryanto menjelaskan, dialog lintas tokoh masyarakat seperti ini penting tidak hanya untuk membahas toleransi, tetapi juga memperkuat pemahaman bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan ancaman.
Baca juga: Ketum Muhammadiyah Ungkap 4 Nilai Spiritualitas dalam Puasa, Salah Satunya Hidup Toleran
“Potensi konflik di negara majemuk seperti Indonesia bisa muncul jika ada kelompok yang membenarkan kekerasan atas nama agama. Karena itu, tokoh-tokoh agama harus menyuarakan narasi yang membangun dan menjauh dari sikap eksklusif,” tegas mantan Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya tersebut.
Ia juga mengajak para mahasiswa untuk menjadi duta toleransi dan penjaga nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, generasi muda memiliki peran sentral dalam menjaga Indonesia dari bahaya disinformasi dan radikalisasi digital.
Sedangkan Dewi Asmara menambahkan bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila, terutama di kalangan generasi muda, sangat penting dalam menangkal infiltrasi paham ekstrem di era digital.
“Hari ini, radikalisme tidak selalu muncul dalam bentuk kekerasan fisik. Ia bisa menyusup lewat media sosial, lewat narasi pemaksaan kehendak dan intoleransi yang terlihat masuk akal,” ungkapnya.
Toleransi Fondasi Ketahanan Bangsa
Sudaryanto menjelaskan, dialog lintas tokoh masyarakat seperti ini penting tidak hanya untuk membahas toleransi, tetapi juga memperkuat pemahaman bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan ancaman.
Baca juga: Ketum Muhammadiyah Ungkap 4 Nilai Spiritualitas dalam Puasa, Salah Satunya Hidup Toleran
“Potensi konflik di negara majemuk seperti Indonesia bisa muncul jika ada kelompok yang membenarkan kekerasan atas nama agama. Karena itu, tokoh-tokoh agama harus menyuarakan narasi yang membangun dan menjauh dari sikap eksklusif,” tegas mantan Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya tersebut.
Ia juga mengajak para mahasiswa untuk menjadi duta toleransi dan penjaga nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, generasi muda memiliki peran sentral dalam menjaga Indonesia dari bahaya disinformasi dan radikalisasi digital.
Sedangkan Dewi Asmara menambahkan bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila, terutama di kalangan generasi muda, sangat penting dalam menangkal infiltrasi paham ekstrem di era digital.
“Hari ini, radikalisme tidak selalu muncul dalam bentuk kekerasan fisik. Ia bisa menyusup lewat media sosial, lewat narasi pemaksaan kehendak dan intoleransi yang terlihat masuk akal,” ungkapnya.
Lihat Juga :