FIB UI Dukung Pengembangan Desa Agrowisata yang Ramah Lingkungan
Rabu, 11 Juni 2025 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
Sabun minyak jelantah ini juga memiliki potensi sebagai produk lokal unggulan yang bisa dipasarkan di gerai UMKM desa atau sebagai suvenir khas Mekar Rahayu.
Pengembangan agrowisata yang tidak dibarengi dengan kesadaran lingkungan berisiko menciptakan masalah baru. Volume sampah dari pengunjung, penggunaan plastik sekali pakai, dan limbah dari kegiatan kuliner desa bisa menjadi ancaman nyata terhadap kelestarian alam jika tidak ditangani dengan baik.
Pengelolaan sampah menjadi aspek yang sangat penting dalam pembangunan desa wisata. Upaya daur ulang minyak jelantah hanyalah langkah awal. Ke depan, diperlukan sistem pengelolaan sampah yang terpadu, edukasi berkelanjutan bagi warga, serta kolaborasi erat antara pemerintah desa, masyarakat, dan mitra seperti FIB UI untuk mewujudkan desa yang bersih, sehat, dan menarik bagi wisatawan.
Dengan adanya agrowisata dan kegiatan pemberdayaan yang menyertainya, Desa Mekar Rahayu diharapkan akan menarik kembali para pemuda yang harus mencari nafkah di perantauan.
Dalam visinya mengembangkan desanya sebagai Desa Wisata, Asep Suherman berharap akan tumbuh pekerjaan terkait wisata, seperti pemandu wisata, pelaku UMKM, petani hortikultura, atau pengelola homestay. Dengan begitu, pembangunan ini akan menjadi magnet untuk menarik kembali para pemuda dari perantauan.
“Kami ingin anak-anak muda punya alasan untuk kembali dan dapat berkarya di desa mereka sendiri,” ujar Pak Asep.
Dukungan dari institusi pendidikan seperti FIB UI menjadi salah satu faktor penting dalam proses ini, membawa pengetahuan, keterampilan, dan harapan baru ke tengah masyarakat. Dari pelatihan sabun minyak jelantah yang sederhana, perubahan besar bisa dimulai dari hal kecil.
Pengembangan agrowisata yang tidak dibarengi dengan kesadaran lingkungan berisiko menciptakan masalah baru. Volume sampah dari pengunjung, penggunaan plastik sekali pakai, dan limbah dari kegiatan kuliner desa bisa menjadi ancaman nyata terhadap kelestarian alam jika tidak ditangani dengan baik.
Pengelolaan sampah menjadi aspek yang sangat penting dalam pembangunan desa wisata. Upaya daur ulang minyak jelantah hanyalah langkah awal. Ke depan, diperlukan sistem pengelolaan sampah yang terpadu, edukasi berkelanjutan bagi warga, serta kolaborasi erat antara pemerintah desa, masyarakat, dan mitra seperti FIB UI untuk mewujudkan desa yang bersih, sehat, dan menarik bagi wisatawan.
Dengan adanya agrowisata dan kegiatan pemberdayaan yang menyertainya, Desa Mekar Rahayu diharapkan akan menarik kembali para pemuda yang harus mencari nafkah di perantauan.
Dalam visinya mengembangkan desanya sebagai Desa Wisata, Asep Suherman berharap akan tumbuh pekerjaan terkait wisata, seperti pemandu wisata, pelaku UMKM, petani hortikultura, atau pengelola homestay. Dengan begitu, pembangunan ini akan menjadi magnet untuk menarik kembali para pemuda dari perantauan.
“Kami ingin anak-anak muda punya alasan untuk kembali dan dapat berkarya di desa mereka sendiri,” ujar Pak Asep.
Dukungan dari institusi pendidikan seperti FIB UI menjadi salah satu faktor penting dalam proses ini, membawa pengetahuan, keterampilan, dan harapan baru ke tengah masyarakat. Dari pelatihan sabun minyak jelantah yang sederhana, perubahan besar bisa dimulai dari hal kecil.
(shf)
Lihat Juga :