FIB UI Dukung Pengembangan Desa Agrowisata yang Ramah Lingkungan
Rabu, 11 Juni 2025 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
Dalam konteks inilah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) mengambil bagian melalui program pengabdian masyarakat yang bertujuan mendampingi proses pengembangan Desa Mekar Rahayu sebagai desa agrowisata berbasis lingkungan.
Baca juga: Daya Tarik Agrowisata Kebun Kurma Pertama di Indonesia yang Bikin Sandiaga Uno Takjub
Tim pengabdi FIB UI yang terdiri atas empat orang, yaitu Dr. Dhita Hapsarani sebagai ketua tim, Dr. Rias Antho Suharjo, Dr. Andriyati Rahayu, dan Indonesia Putri Reza Fauzi, menyadari bahwa keberhasilan desa wisata tidak hanya ditentukan oleh atraksi alam dan pertaniannya.
Tetapi juga oleh kesiapan masyarakat dalam mengelola dampak lingkungan yang ditimbulkan dari meningkatnya aktivitas wisata.
Salah satu inisiatif awal dari tim FIB UI adalah menyosialisasikan kesadaran lingkungan melalui pelatihan pengolahan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah. Pada Februari 2025, tim mengadakan pelatihan pembuatan sabun ramah lingkungan dari minyak jelantah bagi ibu-ibu PKK Desa Mekar Rahayu.
“Awalnya kami tidak menyangka kalau minyak jelantah yang biasa kami buang begitu saja bisa diolah jadi sabun cuci. Sekarang, kami bisa pakai sendiri dan sedang terus berlatih supaya sabunnya bisa dijual sebagai oleh-oleh kepada pengunjung,” kata Ketua PKK Eni Wartini dalam keterangan tertulis, Rabu (11/6/2025).
Pelatihan ini bukan hanya mengajarkan teknik daur ulang sederhana, tetapi juga memperkenalkan paradigma baru bahwa limbah tidak selalu berarti sampah. Jika dikelola dengan tepat, maka limbah dapat menjadi sumber penghematan rumah tangga dan bahkan peluang ekonomi baru.
Baca juga: Daya Tarik Agrowisata Kebun Kurma Pertama di Indonesia yang Bikin Sandiaga Uno Takjub
Tim pengabdi FIB UI yang terdiri atas empat orang, yaitu Dr. Dhita Hapsarani sebagai ketua tim, Dr. Rias Antho Suharjo, Dr. Andriyati Rahayu, dan Indonesia Putri Reza Fauzi, menyadari bahwa keberhasilan desa wisata tidak hanya ditentukan oleh atraksi alam dan pertaniannya.
Tetapi juga oleh kesiapan masyarakat dalam mengelola dampak lingkungan yang ditimbulkan dari meningkatnya aktivitas wisata.
Salah satu inisiatif awal dari tim FIB UI adalah menyosialisasikan kesadaran lingkungan melalui pelatihan pengolahan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah. Pada Februari 2025, tim mengadakan pelatihan pembuatan sabun ramah lingkungan dari minyak jelantah bagi ibu-ibu PKK Desa Mekar Rahayu.
“Awalnya kami tidak menyangka kalau minyak jelantah yang biasa kami buang begitu saja bisa diolah jadi sabun cuci. Sekarang, kami bisa pakai sendiri dan sedang terus berlatih supaya sabunnya bisa dijual sebagai oleh-oleh kepada pengunjung,” kata Ketua PKK Eni Wartini dalam keterangan tertulis, Rabu (11/6/2025).
Pelatihan ini bukan hanya mengajarkan teknik daur ulang sederhana, tetapi juga memperkenalkan paradigma baru bahwa limbah tidak selalu berarti sampah. Jika dikelola dengan tepat, maka limbah dapat menjadi sumber penghematan rumah tangga dan bahkan peluang ekonomi baru.
Lihat Juga :